Lansia Terlantar di Gresik Bakal Punya Rumah Singgah, Bekas Sekolah Rakyat Disulap Jadi Panti Lansia
"“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada seluruh pengurus panti asuhan di Kabupaten Gresik. Harapannya, mereka mengetahui bahwa ada program pemerintah yang sangat baik sehingga anak-anak asuh yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 dapat memanfaatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat,” jelas dr. Ummi.
Gresik, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menyiapkan solusi jangka panjang bagi para lanjut usia (lansia) terlantar. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), bangunan bekas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, akan dialihfungsikan menjadi panti lansia yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah lansia terlantar yang membutuhkan perawatan dan pendampingan. Selama enam bulan pertama tahun 2026, Dinsos Gresik telah menangani sekitar 33 lansia terlantar yang saat ini masih dititipkan di sejumlah panti jompo di luar daerah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, mengatakan proses alih fungsi gedung akan dilakukan setelah seluruh aktivitas Sekolah Rakyat dipindahkan ke gedung permanen baru di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.
“Paling tidak target kami pada akhir tahun ini panti lansia sudah bisa di-launching sehingga seluruh lansia terlantar di Kabupaten Gresik dapat memperoleh perawatan yang lebih layak,” ujar dr. Ummi, Selasa (7/7/2026).
Menurut dr. Ummi, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai sekitar 93 persen. Pemerintah menargetkan perpindahan siswa ke lokasi baru dapat dilakukan pada 14 Juli 2026. Setelah proses relokasi selesai, bangunan lama akan segera disiapkan untuk mendukung operasional panti lansia.
Keberadaan panti lansia tersebut diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan sosial bagi warga lanjut usia yang hidup sebatang kara, terlantar, atau tidak memiliki keluarga yang mampu merawatnya.
Selain fokus pada persiapan panti lansia, Dinsos Gresik juga terus mematangkan operasional Sekolah Rakyat di gedung permanen yang baru. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengundang 58 pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan untuk melihat langsung fasilitas sekolah tersebut.
Kegiatan itu sekaligus menjadi upaya sosialisasi agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada seluruh pengurus panti asuhan di Kabupaten Gresik. Harapannya, mereka mengetahui bahwa ada program pemerintah yang sangat baik sehingga anak-anak asuh yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 dapat memanfaatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat,” jelas dr. Ummi.
Meski demikian, saat ini kuota peserta didik jenjang Sekolah Dasar masih belum terpenuhi. Dari total 90 kursi yang tersedia, baru sekitar 72 kursi yang telah terisi.
“Saya berharap seluruh pengurus LKSA dapat memanfaatkan keberadaan Sekolah Rakyat ini. Bila ada anak asuh yang belum bisa mengenyam pendidikan secara layak, terutama jenjang Sekolah Dasar, bisa didaftarkan ke Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (frd)
What's Your Reaction?

