Studi Banding UIN Bandung ke UMM: Sinergi Perkuat Kurikulum Sosiologi dan Lulusan Kompetitif

07 Jul 2026 - 15:36
Studi Banding UIN Bandung ke UMM: Sinergi Perkuat Kurikulum Sosiologi dan Lulusan Kompetitif
Kunjungan Program Studi Sosiologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ke Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Selasa (7/7/2026).(Foto: Istimewa)

Malang, (afederasi.com) – Upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi terus digalakkan melalui kolaborasi strategis antarinstitusi. Semangat ini terlihat jelas dalam kunjungan studi banding yang dilakukan oleh Program Studi Sosiologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ke Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Selasa (7/7/2026).

Bertempat di Ruang Seminar FISIP UMM, agenda tersebut tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momen bersejarah dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kerja sama ini menjadi fondasi awal untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat antara kedua perguruan tinggi.

Dalam sesi pemaparan, Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UMM, Awan Setia Dharmawan, M.Si, menjelaskan berbagai terobosan akademik yang menjadi ciri khas prodi yang dipimpinnya. Ia menekankan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan secara dinamis untuk menjawab tantangan dunia kerja dan perubahan sosial yang cepat.

Salah satu instrumen unggulan yang menjadi perhatian utama adalah Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

"SKPI bukan sekadar pelengkap ijazah. Dokumen ini merekam secara komprehensif kompetensi, pengalaman organisasi, sertifikasi, hingga capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan," jelas Awan.

Selain SKPI, Awan juga menyoroti pentingnya mata kuliah praktikum yang memberikan ruang belajar langsung melalui riset lapangan dan pendampingan masyarakat. Pendekatan ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga siap terjun ke dunia profesional.

Untuk mengakselerasi kapasitas mahasiswa, Prodi Sosiologi UMM juga menghadirkan program Kelas Unggulan. Program ini bertujuan melahirkan lulusan dengan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan daya saing tingkat nasional.

Sebagai tindak lanjut dari MoU, Awan menyebutkan pentingnya penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) di tingkat fakultas. Melalui MoA ini, kerja sama akan diwujudkan dalam program nyata seperti pertukaran dosen, penelitian kolaboratif, hingga publikasi ilmiah bersama.

Program Center of Excellence dan Apresiasi dari UIN Bandung
Sementara itu, Wakil Dekan II FISIP UMM, Luluk Dwi Kumalasari, M.Si, memperkenalkan program Center of Excellence (CoE). Menurutnya, CoE adalah model pembelajaran yang menghubungkan akademisi dengan dunia usaha, industri, dan pemerintah.

"Program Center of Excellence menjadi instrumen efektif untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia nyata. Kami ingin mahasiswa tidak gagap saat terjun ke masyarakat," ujar Luluk.

Pemaparan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pihak UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dr. Kustana menilai bahwa implementasi SKPI di UMM adalah langkah maju yang sangat strategis.

"Pengalaman UMM dalam mengembangkan SKPI menjadi referensi penting yang bisa kami adaptasi di UIN Bandung. Ini adalah praktik baik yang patut dicontoh," ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan penandatanganan MoU sebagai simbol komitmen bersama. Kedua institusi berharap sinergi ini dapat melahirkan program-program inovatif yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi, peningkatan kapasitas dosen, serta terciptanya lulusan sosiologi yang unggul dan profesional.

Dengan kolaborasi ini, Prodi Sosiologi UIN Bandung dan UMM optimistis dapat terus menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat melalui riset dan pengabdian yang berkualitas. (san)



What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow