Menyulap Durian Wonosalam Jadi Pizza Manis Legit
Jombang, (afederasi.com) – Aroma khas durian yang biasanya menggoda di pinggir jalan atau pasar tradisional, kini berbaur dengan wangi keju panggang di sebuah dapur kecil di Dusun Tukum, Desa Wonosalam. Di sanalah sebuah revolusi kuliner sederhana terjadi. Durian, si "raja buah" yang selama ini dinikmati dengan cara konvensional, bertransformasi menjadi hidangan modern yang menggoyang lidah: Pizza Durian.
Di balik inovasi yang kini menjadi buruan wisatawan itu, terdapat sosok Intan Dewi Anggraini (39). Seorang ibu rumah tangga biasa dengan visi luar biasa. Melimpahnya durian saat musim panen di lereng Anjasmoro tidak hanya dilihatnya sebagai berkah, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang baru.
"Saya mulai membuat ini sejak 2024. Melihat durian di Wonosalam melimpah, saya pikir kenapa tidak kita olah menjadi sesuatu yang lebih kekinian?" ujar Intan sambil tersenyum saat di temui media afederasi.com Kamis (02/07/2026)
Olahan ini bukan sekadar tentang makanan, tetapi tentang proses kreatif yang sarat cinta. Berbeda dengan pizza pada umumnya yang identik dengan daging atau sayuran, pizza durian racikan Intan adalah perpaduan berani antara tradisi dan modernitas.
Prosesnya dimulai dari pembuatan adonan roti yang lembut dari campuran tepung terigu pilihan dan susu. Setelah adonan dipanggang hingga kecokelatan, muncullah bintang utamanya: daging durian lokal Wonosalam. Durian yang telah dikupas dan dilumatkan itu dioleskan secara merata di atas roti, menggantikan peran saus tomat.
Namun, Intan tak berhenti di situ. Untuk menyeimbangkan rasa manis legit durian, ia menaburkan keju cheddar di atasnya serta kacang almond yang memberikan tekstur renyah. Adonan ini lalu dipanggang kembali pada suhu 250 derajat Celcius selama sekitar 10 menit. Hasilnya? Perpaduan gurihnya keju, manisnya durian, dan renyahnya almond yang meleleh sempurna di mulut. "Durian Wonosalam itu manis legit, makanya saya padukan dengan keju biar makin 'nendang'," jelas Intan.
Sebagai pelengkap, Intan menyajikan pizza ini dengan saus cocolan istimewa. Berbeda dengan saus sambal atau mayones, saus ini 100 persen terbuat dari durian lokal yang dihaluskan, menciptakan sensasi "double durian" bagi para penikmatnya.
Oleh-Oleh Khas Jombang yang Tahan Lama
Keistimewaan pizza durian ini tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kepraktisannya. Dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp25 ribu per kotak, hidangan ini menjadi camilan favorit bagi berbagai kalangan.
Intan dengan cermat memikirkan fungsi produknya sebagai buah tangan khas Wonosalam. "Pizza ini bisa bertahan tiga hingga empat jam di suhu ruang, jadi cocok dibawa pulang untuk keluarga," pungkasnya. Jika dimasukkan ke dalam lemari pendingin, daya simpannya bahkan bisa lebih lama, menjadikannya pilihan oleh-oleh praktis bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Jombang.
Strategi Cerdas di Luar Musim
Salah satu tantangan terbesar dalam mengolah buah musiman adalah ketersediaan bahan baku. Namun, Intan memiliki trik jitu. Saat musim durian tiba, ia tidak hanya mengolah durian segar untuk dijual, tetapi juga menyetok daging durian kupas dalam jumlah besar di dalam freezer.
Dengan strategi ini, produksi pizza durian tidak pernah berhenti, bahkan ketika pohon durian mulai meranggas. "Wisatawan tidak perlu khawatir. Kapan pun mereka datang ke Wonosalam, pizza durian selalu tersedia," ujar Intan penuh percaya diri.
Wisata Kuliner yang Mengangkat Potensi Lokal
Keberhasilan Intan mengolah durian menjadi pizza bukan sekadar cerita kuliner. Ini adalah cerminan bagaimana potensi lokal bisa diangkat menjadi daya tarik wisata yang modern.
Kini, kawasan wisata Wonosalam tidak hanya dikenal dengan pemandangan pegunungan dan durian segarnya, tetapi juga oleh inovasi anak muda desa yang berani berkreasi.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Jombang, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke Wonosalam dan mencicipi sepiring Pizza Durian. Di setiap gigitannya, terdapat rasa manis legit durian, kerenyahan almond, dan kisah perjuangan seorang ibu rumah tangga yang berhasil menyulap kekayaan bumi menjadi karya seni kuliner yang tak terlupakan.(san)
What's Your Reaction?

