Anggaran Hibah KONI Jombang 2026 Turun Jadi Rp 2.1 Miliar

30 Jun 2026 - 13:44
Anggaran Hibah KONI Jombang 2026 Turun Jadi Rp 2.1 Miliar
Ilustrasi penerimaan dana hibah KONI ke Cabor di Jombang. (Foto: Ilustrasi)

Jombang, (afederasi.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang menerima kabar terkait pencairan Dana Hibah untuk tahun 2026. Namun, jumlah yang diterima mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2026, KONI Jombang hanya menerima anggaran sebesar Rp 2,1 Miliar, menyusut dari pagu tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,250 Miliar .

Ketua KONI Jombang, Sumarsono, menyatakan bahwa meskipun dana hibah ini telah cair dan menjadi kabar baik bagi para atlet, besaran anggaran tersebut dirasa belum cukup untuk menutupi kebutuhan pembinaan yang ideal. Menurutnya, biaya untuk mengikuti even di luar kota saja sudah memakan anggaran yang tidak sedikit.

"Kami juga menyadari dana itu belum cukup kalau dipergunakan untuk membiayai atau untuk melaksanakan peningkatan prestasi. Semisal satu cabor saja kalau mengikuti kegiatan di luar kota, berapa biaya yang dikeluarkan? Kalau dana segitu pastinya tidak cukup," terangnya, Selasa (30/06/2026) .

Meski mengalami penurunan, KONI Jombang tetap berkomitmen menyalurkan dana ini kepada cabang-cabang olahraga (cabor) yang telah memenuhi syarat. Anggaran tersebut nantinya akan dibagikan berdasarkan pagu dasar, usia kepengurusan, serta tambahan insentif bagi cabor yang berhasil meraih medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).                                                                                         

Sumarsono menjelaskan secara rinci skema penyaluran dana pembinaan yang diterapkan KONI Jombang. Setiap cabang olahraga yang telah memenuhi syarat sebagai anggota KONI akan memperoleh pagu dasar sebesar Rp 17,5 juta.

Namun, terdapat ketentuan khusus bagi cabor yang masih tergolong baru. "Cabor yang usia kepengurusannya belum mencapai dua tahun hanya menerima 50 persen dari pagu dasar tersebut," terangnya.

Insentif Prestasi Porprov Jatim 2025

Selain pagu dasar, KONI Jombang juga memberikan insentif tambahan berdasarkan capaian prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Skema ini dirancang untuk mendorong semangat kompetitif dan peningkatan kualitas pembinaan di setiap cabor.

"Prestasi menjadi salah satu indikator penambahan dana pembinaan. Untuk setiap medali emas ada tambahan Rp 10 juta. Medali perak Rp 5 juta, dan medali perunggu Rp 2 juta," paparnya.

Hingga saat ini, Sumarsono merinci terdapat delapan cabor yang sudah menyerahkan proposal dana hibah ke kantor KONI. Kedelapan cabor tersebut adalah:

1. Cabor Angkat Berat

2. Cabor Bilyard

3. Cabor Catur

4. Cabor Kick Boxing

5. Cabor Panahan

6. Cabor PSSI

7. Cabor Pickleball

8. Cabor PODSI (Dayung)

"Dengan pencairan dana ini, diharapkan seluruh cabang olahraga di Jombang dapat lebih maksimal dalam melakukan pembinaan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Jombang, baik di tingkat provinsi maupun nasional," pungkasnya .

Sebelumnya, Sumarsono juga menyampaikan harapannya agar ke depan Pemerintah Kabupaten Jombang dapat memberikan tambahan dana melalui Perubahan APBD (P-APBD), terutama untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang direncanakan akan digelar pada 2026.

Hal ini dinilai penting agar dana hibah yang ada bisa lebih fokus digunakan untuk pembinaan atlet secara berkelanjutan. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow