Hilang Kontak, Satpolairud Polres Lamongan Lakukan Pencarian KM Entok di Perairan Kangean

"Biasanya dalam kondisi normal, kapal sudah kembali ke Pelabuhan PPN Brondong setelah sekitar 18 hari melaut. Namun sampai saat ini, kapal belum juga kembali dan tidak dapat dihubungi," ujar salah satu pihak pelapor saat memberikan keterangan di markas Satpolairud.

02 Jul 2026 - 10:34
Hilang Kontak, Satpolairud Polres Lamongan Lakukan Pencarian KM Entok di Perairan Kangean
Kondisi KMN Entok saat berada di lautan sebelum dilaporkan hilang kontak. Satpolairud Polres Lamongan bersama instansi maritim terkait kini tengah melakukan pencarian intensif terhadap kapal berawak 20 orang tersebut yang diduga hilang di Perairan Kangean, Sumenep. (Iyan Farikh/afederasi.com)
Hilang Kontak, Satpolairud Polres Lamongan Lakukan Pencarian KM Entok di Perairan Kangean

Lamongan, (afederasi.com) – Satpolairud Polres Lamongan bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi menyusul laporan hilang kontaknya Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok. Kapal yang membawa belasan awak tersebut diduga mengalami hilang kontak di sekitar Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kamis, (2/7/2026).

Informasi yang dihimpun, laporan resmi diterima oleh pihak kepolisian pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik kapal, Andik.

Berdasarkan keterangan pelapor, KMN Entok yang dinakhodai oleh S bersama 19 Anak Buah Kapal (ABK) awalnya bertolak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, menuju kawasan Perairan Pulau Kangean untuk mencari ikan. Namun, hingga batas waktu yang diperkirakan, kapal kayu tersebut tak kunjung bersandar dan seluruh akses komunikasi terputus.

"Biasanya dalam kondisi normal, kapal sudah kembali ke Pelabuhan PPN Brondong setelah sekitar 18 hari melaut. Namun sampai saat ini, kapal belum juga kembali dan tidak dapat dihubungi," ujar salah satu pihak pelapor saat memberikan keterangan di markas Satpolairud.

Merespons laporan darurat ini, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama jajarannya langsung mengambil langkah taktis. Pihaknya segera membuka jalur koordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Pakis, serta Syahbandar PPN Brondong untuk menyisir titik koordinat terakhir kapal.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan adanya upaya pencarian besar-besaran yang melibatkan sinergi antarinstitusi maritim tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan 20 awak kapal menjadi prioritas utama saat ini.

"Begitu menerima laporan dari pihak pemilik kapal, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, dan Syahbandar PPN Brondong. Sinergi ini dilakukan agar proses pencarian dan pemantauan di lapangan dapat berjalan secara maksimal," kata Hamzaid kepada media, Kamis (2/07/2026) pagi.

Selain mengerahkan petugas maritim, Polres Lamongan juga menyebarkan informasi ini ke jaringan nelayan luas. Kapal-kapal dagang maupun nelayan lain yang saat ini tengah melintas atau beroperasi di sekitar lokasi kejadian diminta untuk ikut memantau keberadaan kapal berwarna dominan hijau tersebut.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh nelayan maupun kapal yang melintas di sekitar Perairan Kangean agar segera melaporkan kepada petugas terdekat apabila mengetahui atau melihat tanda-tanda keberadaan KMN Entok. Semoga seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pemantauan intensif di jalur pelayaran perairan Jawa Timur bagian timur guna melacak posisi pasti kapal tersebut. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow