PT Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Subsidi di Lamongan Aman
"Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi prioritas kami di Jawa Timur. Kami menjamin kebutuhan pupuk di Lamongan maupun Jawa Timur aman. Saat ini kami sudah mulai melakukan pengisian stok untuk menyongsong musim tanam berikutnya sehingga kebutuhan petani tidak akan terganggu," ujar Eko Suroso di hadapan awak media.
Lamongan, (afederasi.com) – PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen menjaga keandalan stok pupuk bersubsidi guna mendukung target swasembada pangan nasional. Komitmen ini dipertegas saat jajaran direksi dan manajemen PT Pupuk Indonesia meninjau langsung kesiapan lini logistik di Gudang Penyangga Pupuk Kabupaten Lamongan, Rabu (1/7/2026).
Lamongan yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur, mendapat perhatian khusus demi memastikan kelancaran distribusi ke tingkat petani. Terlebih, Jawa Timur memegang peranan krusial sebagai penyumbang pasokan pangan terbesar di tingkat nasional.
CEO Regional 3 PT Pupuk Indonesia, Eko Suroso mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat melakukan pengisian stok (billing stock) lebih awal. Strategi ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang musim tanam berikutnya.
"Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi prioritas kami di Jawa Timur. Kami menjamin kebutuhan pupuk di Lamongan maupun Jawa Timur aman. Saat ini kami sudah mulai melakukan pengisian stok untuk menyongsong musim tanam berikutnya sehingga kebutuhan petani tidak akan terganggu," ujar Eko Suroso di hadapan awak media.
Eko menambahkan, alokasi pupuk bersubsidi secara nasional untuk wilayah Jawa Timur menyentuh angka sekitar dua juta ton. Hingga awal Juli 2026 ini, realisasi penyalurannya telah berjalan optimal dan mencapai kisaran 56 persen. PT Pupuk Indonesia memastikan akan terus mengawal performa serapan ini agar pasokan tetap adaptif dengan kebutuhan riil di lapangan.
Di sisi lain, untuk meningkatkan pelayanan, PT Pupuk Indonesia juga intens melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan instansi terkait untuk menyederhanakan regulasi penebusan pupuk di tingkat kios.
Langkah simplifikasi petunjuk teknis (juknis) ini dipandang penting agar para petani tidak lagi terbentur birokrasi yang rumit, namun akuntabilitas distribusi tetap terjaga dengan ketat.
"Komunikasi terus kami lakukan dengan seluruh pemangku kepentingan agar petani semakin mudah mendapatkan pupuk, namun tetap memenuhi seluruh ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan dari sisi pengawasan," pungkasnya.
Melalui kepastian stok dan kemudahan aksesibilitas ini, PT Pupuk Indonesia berharap produktivitas pertanian di Kabupaten Lamongan terus meroket, sekaligus menjadi pilar kokoh dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. (yan)
What's Your Reaction?

