Aksi Bersih Pantai dan Konservasi Lingkungan, Freeport Indonesia Angkat 1,6 Ton Sampah di Pantai Kemukem Gresik

Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” ujar Jenpino.

01 Jul 2026 - 13:57
Aksi Bersih Pantai dan Konservasi Lingkungan, Freeport Indonesia Angkat 1,6 Ton Sampah di Pantai Kemukem Gresik
Aksi Bersih Pantai di kawasan Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kabupaten Gresik, melibatkan sekitar 350 peserta dengan cakupan area ±500 meter persegi (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Sebanyak 1,6 ton sampah berhasil diangkat dari kawasan Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kabupaten Gresik, dalam aksi kolaboratif yang melibatkan ratusan peserta dari unsur pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, hingga karyawan perusahaan. Aksi tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan mengusung tema "Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve".

Melalui berbagai kegiatan yang berlangsung selama peringatan Hari Lingkungan Hidup, PTFI menegaskan komitmennya dalam mendorong pelestarian lingkungan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Upaya tersebut diwujudkan melalui aksi bersih pantai, penanaman mangrove, edukasi lingkungan, hingga penguatan budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.

Aksi Bersih Pantai di Pantai Kemukem menjadi salah satu kegiatan utama yang melibatkan sekitar 400 peserta. Selain membersihkan kawasan pesisir, kegiatan ini juga mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Waste for Waste.

Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, menegaskan bahwa keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” ujar Jenpino.

Pantai Kemukem dipilih karena merupakan kawasan pesisir dengan ekosistem mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi. Namun, lokasi tersebut juga menjadi titik penumpukan sampah kiriman yang terbawa aliran sungai menuju laut.

Dalam aksi tersebut, sekitar 1,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area seluas kurang lebih 500 meter persegi. Seluruh sampah kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah residu ditangani sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi rangkaian kegiatan yang dinilai tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari aksi bersih pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memulai dari hal-hal yang terdekat,” kata Gus Yani.

Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir. Afandi, nelayan asal Desa Kramat, menyebut kondisi lingkungan di sekitar pantai kini jauh lebih bersih dibanding sebelumnya.

“Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Warga juga ikut diberdayakan. Sekarang lingkungan lebih enak dipandang, pasir-pasir mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan datang,” ungkapnya.

Selain membersihkan pantai, PTFI juga melaksanakan penanaman mangrove di Desa Karangrejo yang melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Penanaman dilakukan dengan pendekatan Silvofishery, yakni mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat pesisir.

Program tersebut merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI sebagai upaya memperkuat ketahanan ekosistem pesisir.

Komitmen lingkungan perusahaan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif seperti Enviromental Awarenes Workshop dan StudentvExhibition. Kegiatan ini mendorong partisipasi publik, termasuk pelajar, dalam upaya konservasi lingkungan melalui pendekatan kolaboratif dan pengembangan karya berbasis Citizen Science.

Di lingkungan internal perusahaan, PTFI turut menggelar berbagai program yang melibatkan karyawan dan kontraktor, mulai dari donor darah, housekeeping dan pemilahan sampah, Environmental Smart Quiz, Seminar Lunch and Learn hingga Monthly Contraktir Meeting. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat budaya keselamatan kerja, kepatuhan, dan keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Melalui rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI menegaskan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan. Mulai dari pengelolaan sampah, rehabilitasi pesisir, hingga edukasi lingkungan, seluruh langkah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem di Kabupaten Gresik.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow