Drag Bike 2026 Tulungagung Cetak Talenta Baru, Ratusan Starter Ramaikan Sirkuit Boro
"Ada 24 kelas dengan 567 stater. Akan tetapi dua kelas dibatalan karena kekurangan peserta,"tegas Heri Widodo.
Tulungagung, (afederasi.com) – Gemuruh mesin dan antusiasme ratusan pebalap mewarnai pelaksanaan Rookie Dragbike dalam rangka HUT Bhayangkara 2026 yang berlangsung di Sirkuit Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Minggu (5/7/2026). Kejuaraan hasil kolaborasi Putra Mandiri dan Mata Panah Production serta Polres Tulugagung tersebut menjadi salah satu agenda otomotif yang menyedot perhatian komunitas balap lurus di berbagai daerah Jawa Timur.
Owner Putra Mandiri, Heri Widodo, mengatakan penyelenggaraan dragbike Rookie Dragbike Bhayangkara 2026 berjalan sesuai harapan. Menurut dia, kejuaraan tersebut menjadi pelepas rindu para pencinta balap lurus di Tulungagung dan sekitarnya sekaligus membuktikan bahwa olahraga otomotif masih memiliki daya tarik besar ketika dikemas secara profesional dan mengedepankan aspek keselamatan.
"Ada 24 kelas dengan 567 stater. Akan tetapi dua kelas dibatalan karena kekurangan peserta,"tegas Heri Widodo.
Lebih dari sekadar kompetisi, dragbike ini dirancang sebagai wadah pembinaan dan regenerasi pembalap muda. Heri Widodo menjelaskan, kelas Rookie Dragbike menjadi daya tarik utama karena memberikan kesempatan kepada pembalap pemula hingga kategori rookie pro untuk merasakan atmosfer kompetisi resmi sekaligus mengasah kemampuan di lintasan lurus.
Panitia dragbike juga membuka beragam kelas yang mengakomodasi berbagai kategori kendaraan dan tingkat kemampuan pembalap. Mulai dari AG Style, Herex Trondol Mix Rider, Bracket, BBK 2 Tak, BBK 4 Tak Tune Up, Sport 2 Tak hingga Final Bracket, seluruh kelas berlangsung kompetitif dan menghadirkan persaingan ketat sejak babak penyisihan.
Pelaksanaan dragbike dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga malam hari dan ditutup dengan penyerahan trofi kepada para juara. Meski terdapat dua kelas yang akhirnya tidak dapat dipertandingkan karena pertimbangan teknis, jalannya perlombaan secara keseluruhan tetap berlangsung lancar tanpa mengurangi semangat peserta maupun penonton.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia dragbike menyiapkan penghargaan Juara Umum di sejumlah kategori. Heri Widodo menuturkan bahwa biaya pendaftaran tetap dibuat terjangkau agar semakin banyak pembalap muda dapat mengikuti kompetisi resmi dan menjadikan kejuaraan ini sebagai langkah awal menuju level yang lebih tinggi.
Menurut Heri Widodo, antusiasme peserta pada ajang dragbike tahun ini melampaui ekspektasi panitia. Starter datang dari Tulungagung, Kediri, Blitar, Banyuwangi, Ponorogo, Tuban, Madiun, Surabaya, Malang, Lamongan hingga Papua. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan komunitas terhadap penyelenggaraan Putra Mandiri bersama Mata Panah Production.
Panitia juga mulai menerapkan aturan Jump Start (JS) dalam pelaksanaan dragbike. Kendati menjadi regulasi baru, aturan tersebut dinilai tidak mengurangi semangat bertanding para pembalap muda. Sebaliknya, penerapan JS diharapkan meningkatkan disiplin, sportivitas, dan kualitas teknik start seluruh peserta.
Heri Widodo menilai olahraga dragbike memiliki peran penting sebagai sarana penyaluran bakat generasi muda. Menurutnya, energi besar yang dimiliki anak-anak muda harus diarahkan melalui kegiatan positif dan kompetisi resmi agar mampu melahirkan prestasi sekaligus menekan praktik balap liar di jalan raya.
Ke depan, Putra Mandiri bersama Mata Panah Production berkomitmen menjadikan dragbike Rookie Dragbike Bhayangkara sebagai agenda tahunan. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kejuaraan tersebut diharapkan terus melahirkan pembalap-pembalap potensial yang mampu mengharumkan nama daerah pada level regional maupun nasional.
Hasil Juara Dragbike Rookie Dragbike Bhayangkara 2026
Pada kelas AG Style s/d 130 cc, podium pertama diraih Davit (Garasi Public Letters, Blitar), disusul Nyemen Sezz (JTMS Gank, Blitar) di posisi kedua dan Bintang Kecil (Mandiri Jaya, Kediri) di posisi ketiga.
Kelas Herex Trondol Mix Rider dimenangkan Raka Komang (BF Racing Wijaya, Banyuwangi). Posisi kedua ditempati Adit Coco (Kediri), sedangkan Imam Ganyong (Nomero X MKR Garage, Kediri) berada di peringkat ketiga.
Pada kelas BBK 2 Tak s/d 125 cc Sunmori, Orka Petir dari Age Pro X OBD Muffler DJ Ponorogo berhasil menjadi juara pertama. Risma Ramadani (Blitar) finis kedua, sedangkan Ryan dari Blitar berada di posisi ketiga.
Kelas Herex 250 cc Body Trondol kembali dikuasai Raka Komang, sementara Adit Coco dan Imam Ganyong melengkapi podium kedua dan ketiga.
Di kelas Bracket 9 Detik, Imam Ganyong menjadi yang tercepat. Posisi berikutnya ditempati Deva dari Papua dan Meidi RP dari Kediri.
Kelas BBK 4 Tak Tune Up 200 cc dimenangkan Adit Coco, diikuti Raka Komang dan Anggara Bocil sebagai tiga besar.
Pada kelas Bracket 7,5 Detik, Galih Dwi dari Surabaya keluar sebagai juara, disusul Khilal 38 dari Malang dan Imam Ganyong dari Kediri.
Kelas Sport 2 Tak s/d 155 cc dimenangkan Ageng dari BF Racing Wijaya Nganjuk. Posisi kedua ditempati Akir Cakar dari Tuban, sedangkan Oky Okak dari Ngawi berada di peringkat ketiga.
Di kelas BBK 2 Tak 116 cc Mix Rider, Adit Coco kembali naik podium tertinggi. Anton dari Ponorogo finis kedua, sementara Raka Komang berada di posisi ketiga.
Pada Final Bracket 9,5 Detik, Kevin Gahari berhasil menjadi juara pertama, diikuti Kenken dari Jombang dan Aditya Mega dari Trenggalek.
Kelas Sport 2 Tak 155 cc Rangka Standar dimenangkan Anggara Bocil (Ponorogo). Posisi kedua diraih Meidiooo (Kediri), sedangkan Davit (Blitar) berada di urutan ketiga.
Sementara itu, Final Bracket 10 Detik berhasil dimenangkan Norick dari Lamongan. Posisi kedua ditempati Galang Putra dari Trenggalek dan Bogel 45 dari Lamongan.
Pada kelas Sport 2 Tak s/d 155 cc Sunmori, Anggara Bocil kembali naik podium tertinggi. Ageng dari Nganjuk menempati posisi kedua, sedangkan Davit dari Blitar melengkapi tiga besar. (jae)
What's Your Reaction?

