SDN 1 Kedungkumpul Lamongan Kemalingan, Ruang Kantor Diacak-acak
"Kamis pagi, kami bersama teman-teman guru datang sekitar jam 7. Semuanya hadir. Tapi betapa kagetnya kami ketika pintu kantor itu dibuka, ternyata sudah tidak dikunci. Kami saling bertanya-tanya kok gak dikunci," ujar Zainal Abidin saat dikonfirmasi. Senin, (6/7/2026) siang.
Lamongan, (afederasi.com) – Kasus pencurian di lembaga pendidikan kembali terjadi di wilayah Lamongan memanfaatkan momen libur panjang sekolah. Kali ini, ruang kantor SDN 1 Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan dibobol oleh orang tidak dikenal. Kondisi ruangan ditemukan dalam keadaan berantakan dengan sejumlah loker guru terbuka paksa. Senin, (6/7/2026).
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh para guru yang sedang mendapatkan jadwal piket pada Kamis pagi, 4 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Saat hendak masuk, para guru dikejutkan dengan kondisi pintu kantor yang sudah tidak terkunci dan menunjukkan bekas congkelan.
Zainal Abidin, salah satu guru SDN 1 Kedungkumpul, menceritakan kronologi awal penemuan tersebut. Menurutnya, meskipun siswa sedang libur semester, para guru tetap masuk secara bergantian sesuai dengan jadwal piket yang telah ditentukan pihak sekolah.
"Kamis pagi, kami bersama teman-teman guru datang sekitar jam 7. Semuanya hadir. Tapi betapa kagetnya kami ketika pintu kantor itu dibuka, ternyata sudah tidak dikunci. Kami saling bertanya-tanya kok gak dikunci," ujar Zainal Abidin saat dikonfirmasi. Senin, (6/7/2026) siang.
Rasa curiga para guru terbukti saat mereka melangkah masuk ke dalam ruangan. Kondisi di dalam kantor sudah luluh lantak. Lemari penyimpanan dan loker-loker berkas milik para guru telah diacak-acak oleh pelaku yang diduga beraksi pada malam hari sebelumnya.
"Kami buka pintu kantor itu, ternyata keadaan di dalam sudah berantakan semuanya. Ini tidak mungkin ulah hewan atau ulah guru sendiri, tidak mungkin. Artinya kita sepakat waktu itu berprasangka bahwasanya kantor ini dimasuki orang (pencuri), dengan bukti rusaknya pintu yang sepertinya bekas congkelan," imbuhnya.
Selain mengacak-acak isi kantor, pelaku diketahui juga menggasak sejumlah uang tunai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku membawa kabur uang tunai sebesar Rp100 ribu. Uang tersebut diketahui merupakan uang pribadi milik dua orang guru yang kebetulan tertinggal di atas meja kerja mereka.
Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan kepala sekolah, pemerintah desa, serta Korwil Pendidikan setempat untuk meneruskan laporan ini ke pihak berwajib. Petugas dari Polsek Sarirejo pun telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi guna penyelidikan lebih lanjut.
Zainal menambahkan bahwa momen libur sekolah seperti ini memang rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ia berharap kejadian ini menjadi alarm bagi seluruh instansi pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih di dalam ruang kantor sekolah terdapat banyak aset berharga yang menunjang aktivitas belajar mengajar.
"Di kantor juga ada barang-barang yang lumayan berharga seperti laptop, printer, komputer, terus IFP (Interactive Flat Panel). Itu kan harus kita jaga karena merupakan aset sekolah. Harapan saya ke depan, ketika liburan seperti ini semua akademisi dan pihak terkait paling tidak waspada atau siaga, sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?

