Gerakan Wakaf Ekoteologi, Kemenag Jombang Tanam Puluhan Pohon Alpukat
Jombang, (afederasi.com) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang kembali menggelar gerakan Wakaf Ekoteologi melalui penanaman puluhan bibit pohon alpukat di lingkungan Masjid Sabilul Muttaqien, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian Bulan Wakaf Nasional yang bertujuan mengembangkan wakaf produktif berbasis kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir; Kepala KUA Bandar Kedungmulyo sekaligus PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf), Lutfi Ridlo; Agen Perubahan TALI JAGAT (Tanam, Pelihara, Jadi Guna dan Manfaat), Nur Khojin;
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jombang, Fitria Susanti; jajaran IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Islam) Kemenag Jombang; Kepala Desa Brodot; jajaran Takmir Masjid Sabilul Muttaqien; serta Kepala Unit BRI Bandar Kedungmulyo.
Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penanaman pohon kedua dalam rangkaian Bulan Wakaf Nasional yang diselenggarakan Kemenag Jombang.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk nyata pengembangan wakaf produktif yang tidak hanya berdampak pada aspek ibadah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan.
"Ini merupakan penanaman pohon kedua dalam kegiatan Bulan Wakaf Nasional Kemenag Jombang. Puluhan bibit alpukat hari ini ditanam sebagai investasi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Nur Khojin selaku Agen Perubahan Kemenag Jombang menegaskan bahwa gerakan tersebut mengusung prinsip TALI JAGAT (Tanam, Pelihara, Jadi Guna dan Manfaat).
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari komitmen bersama untuk merawat hingga pohon memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar penanaman ini benar-benar dijaga sesuai prinsip TALI JAGAT, yakni tanam, pelihara, hingga menjadi pohon yang memberi guna dan manfaat bagi umat," jelasnya.
Kepala KUA Bandar Kedungmulyo sekaligus PPAIW, Lutfi Ridlo, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi produktif antara Kemenag, pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha.
Selain menghasilkan manfaat ekonomi dari hasil panen di masa mendatang, kegiatan ini juga menjadi indikator nyata khidmah KUA yang berdampak melalui penguatan nilai-nilai ekoteologi.
Di sisi lain, Kepala Desa Brodot menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama Kabupaten Jombang atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap gerakan wakaf produktif berbasis lingkungan ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi upaya bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Melalui gerakan Wakaf Ekoteologi ini, Kementerian Agama Kabupaten Jombang terus memperkuat sinergi antara wakaf produktif, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai implementasi nyata ajaran agama yang membawa kemaslahatan bagi kehidupan.(san)
What's Your Reaction?

