Presdir Freeport Kuliah Umum di ITS , Ajak Mahasiswa Ambil Peran dalam Transisi Energi Global
Gresik, (afederasi.com) – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, menegaskan bahwa sektor pertambangan akan menjadi pilar krusial dalam perkembangan teknologi global dan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).
Hal ini disampaikan Tony dalam kuliah umum di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bertema "Pertambangan Terintegrasi dari Hulu dan Hilir untuk Masa Depan yang Berkelanjutan", di Grha Sepuluh Nopember, Rabu (14/11/2025).
Tony menjelaskan bahwa kebutuhan dunia terhadap mineral tambang khususnya tembaga akan terus meningkat dalam 20 hingga 30 tahun mendatang, seiring percepatan penggunaan energi bersih di berbagai sektor.
“Transisi global menuju EBT tidak dapat dilepaskan dari keberadaan mineral tambang. Berbagai studi menunjukkan permintaan global terhadap mineral tambang akan terus naik dalam dua hingga tiga dekade ke depan,” ujar Tony.
Menurut Tony, hingga kini belum ada material yang mampu menggantikan tembaga sebagai penghantar listrik yang efektif dan ekonomis. Karena itu, praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan menjadi semakin penting untuk mendukung masa depan energi dunia.
Kegiatan kuliah umum yang diikuti sekitar 1.300 mahasiswa ini berlangsung interaktif. Selama satu jam, peserta menyimak pemaparan mengenai peran strategis industri pertambangan dalam menopang teknologi modern, mulai dari perangkat elektronik hingga sistem energi terbarukan.
“Produk tambang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Dari bangun tidur hingga kembali tidur, aktivitas kita selalu terkait dengan mineral tambang,” kata Tony.
Pada sesi tanya jawab, mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan seputar teknologi tambang, industri global, hingga peluang karier di perusahaan multinasional. Menanggapi hal tersebut, Tony membagikan empat prinsip yang menurutnya menjadi kunci kesuksesan karier yakni disiplin, fokus, jujur, dan tulus.
“Belajar bukan hanya dari kelas, tetapi dari berbagai sumber untuk memperluas wawasan. Dan bekerja itu harus tulus. Ketulusan adalah kunci karena ketika kita bekerja dengan niat yang benar, penghargaan akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tony dan dukungan PTFI terhadap pengembangan SDM pertambangan di Indonesia.
Ia menyebut tahun 2025 merupakan tahun pertama dibukanya Program Studi Teknik Pertambangan ITS, dan antusiasme mahasiswa sangat tinggi.
“Walaupun baru angkatan pertama, peminatnya sudah luar biasa. Paparan Pak Tony hari ini tentu memberi motivasi besar bagi mahasiswa kami. Kami berharap kolaborasi dengan industri, terutama PTFI, dapat memperkuat pengembangan SDM dan teknologi pertambangan nasional,” kata Prof. Bambang.(frd)
What's Your Reaction?


