Pendaftar Sekolah Rakyat di Lamongan Alami Lonjakan Dua Kali Lipat

"Dari pusat, kami arahannya ada dua rombel. Per rombelnya ada 30, jadi kita akan menerima untuk tahun ajaran baru ini sebanyak 60 siswa," ujarnya.

29 May 2026 - 18:26
Pendaftar Sekolah Rakyat di Lamongan Alami Lonjakan Dua Kali Lipat
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan saat mengikuti pendidikan karakter (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Penerimaan peserta didik baru di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan untuk tahun ajaran baru ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat. Jumlah pendaftar yang masuk tercatat melonjak hingga dua kali lipat dari kuota atau daya tampung yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat. Jumat, (29/5/2026).

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan, Anis Al Aminatof Wardaniasari mengungkapkan bahwa berdasarkan arahan dari pusat, sekolah yang dipimpinnya sebenarnya hanya dialokasikan untuk membuka dua rombongan belajar (rombel). Di mana masing-masing rombel idealnya diisi oleh 30 siswa.

"Dari pusat, kami arahannya ada dua rombel. Per rombelnya ada 30, jadi kita akan menerima untuk tahun ajaran baru ini sebanyak 60 siswa," ujarnya.

Kendati kuota yang disediakan terbatas untuk 60 siswa, antusiasme warga untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SRMA 25 Lamongan justru sangat tinggi. Berdasarkan laporan validasi data terkini yang dihimpun oleh tim lapangan, jumlah berkas pendaftaran yang masuk sudah jauh melampaui target.

"Namun yang mendaftar, alhamdulillah animonya sangat luar biasa. Laporan dari tim PKH (Program Keluarga Harapan), saat ini sudah masuk data untuk anak-anak yang (ingin) bersekolah di Sekolah Rakyat tahun ajaran baru ada 120 pendaftar," jelasnya menambahkan.

Anis meluruskan anggapan bahwa sekolah mengincar target 120 siswa tersebut untuk melengkapi jumlah siswa eksis saat ini yang berjumlah 71 anak. Ia menegaskan, angka 120 merupakan total pendaftar murni yang nantinya wajib mengikuti tahapan penyaringan ketat guna menyusutkan jumlahnya menjadi setengahnya saja.

"Bukan (target pemenuhan), untuk kami yang tahun ajaran baru itu tetap 60 siswa saja. Yang 120 itu adalah jumlah yang mendaftar. Nanti mereka akan diseleksi lagi dari pusat, jadi hasilnya tetap 60 siswa," tegas Anis secara gamblang.

Saat ditanya mengenai progres tahapan seleksi siswa baru tersebut, Anis menyebutkan bahwa prosesnya saat ini masih berada di tahap awal dan sedang berjalan secara bertahap.

Pihak sekolah juga mengaku bersyukur lantaran sejauh ini tidak menemukan kendala operasional yang berarti. Hal ini tidak lepas dari adanya koordinasi dan sinergi yang kuat antarlintas instansi di Pemkab Lamongan, khususnya dalam menjaring anak-anak dari keluarga penerima manfaat.

"Alhamdulillah tanpa ada kendala yang berarti. Hubungan bantuan atau sinergi dengan Dinas Sosial, terutama dari rekan-rekan tim PKH sangat luar biasa. Kami di pihak sekolah merasa sangat terbantu sekali," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow