Pendaftar Membludak, Kuota Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Hanya 90 Siswa per Jenjang

01 Jun 2026 - 12:37
Pendaftar Membludak, Kuota Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Hanya 90 Siswa per Jenjang
Suasana Pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Desa Mancilan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang Jawa Timur. (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Minat masyarakat menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat Jombang sangat tinggi. Bahkan, jumlah pendaftar untuk tahun ajaran pertama dikabarkan telah melampaui kuota yang disediakan pemerintah.

 Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Andik Minarto, mengungkapkan bahwa proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sepenuhnya dilakukan melalui Dinas Sosial. Pihak sekolah hanya menerima hasil seleksi yang telah ditetapkan sesuai ketentuan pemerintah pusat.

 "Untuk penerimaan peserta didik baru tetap melalui Dinas Sosial. Informasi yang kami terima, jumlah pendaftar saat ini sudah melebihi kuota yang tersedia," terangnya saat dikonfirmasi, Senin (01/06/2026).

Andik menjelaskan, kuota yang disediakan untuk masing-masing jenjang pendidikan hanya sebanyak 90 siswa. Kuota tersebut berlaku untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Karena jumlah pendaftar lebih banyak, maka dilakukan proses seleksi ketat untuk menentukan siapa yang berhak diterima di Sekolah Rakyat Jombang.

Menurut Andik, calon siswa yang dapat mengikuti program Sekolah Rakyat Jombang harus berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2.

Kelompok tersebut merupakan kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang menjadi sasaran utama program pemerintah. "Persyaratannya tetap mengacu pada data DTSEN desil 1 dan desil 2.

Karena jumlah pendaftar melebihi kuota, maka dilakukan seleksi lagi sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya.

Selain mempersiapkan peserta didik baru, pihak sekolah juga menunggu penyelesaian pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Jombang yang berlokasi di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.

Gedung tersebut nantinya menjadi pusat kegiatan belajar mengajar yang baru. Andik berharap proses pembelajaran dapat segera dipindahkan ke bangunan baru setelah pembangunan selesai.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), proyek pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Juni mendatang.

 "Harapannya pembelajaran nantinya bisa menggunakan gedung baru di Tunggorono. Informasi dari Dinas PU, pembangunan dapat diselesaikan pada akhir Juni," terangnya.

Jika target tersebut tercapai, maka setelah kegiatan belajar mengajar tahun ini berakhir, seluruh aktivitas Sekolah Rakyat Jombang akan langsung dipindahkan ke lokasi baru.

Langkah itu dinilai penting mengingat fasilitas yang digunakan saat ini dinilai belum memadai untuk menunjang kegiatan belajar dalam jangka panjang. "Kalau bangunannya sudah selesai, setelah pembelajaran tahun ini selesai kami langsung pindah ke gedung baru.

Sebab, gedung yang digunakan saat ini memang tidak memungkinkan untuk digunakan dalam jangka panjang," pungkasnya.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow