Dukung Program MBG, Lapas Lamongan Suplai Selada Hidroponik ke SPPG Keduyung
"Melalui program ketahanan pangan yang kami jalankan, selada yang dibudidayakan warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan kepada mitra SPPG Keduyung di Lamongan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," ujar Heri saat ditemui, Senin (1/6/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diwujudkan melalui jalinan kerja sama dengan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung dalam penyediaan komoditas selada segar hasil budidaya warga binaan. Senin, (1/6/2026).
Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, menjelaskan bahwa hasil pertanian dari tangan warga binaan ini kini mulai disalurkan secara rutin untuk memenuhi rantai pasok bahan baku SPPG Keduyung di Kabupaten Lamongan.
"Melalui program ketahanan pangan yang kami jalankan, selada yang dibudidayakan warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan kepada mitra SPPG Keduyung di Lamongan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," ujar Heri saat ditemui, Senin (1/6/2026) pagi.
Selain selada, Lapas Lamongan gencar mengoptimalkan lahan produktif dengan mengembangkan sektor agrobisnis dan perikanan, mulai dari budidaya ikan patin, padi, hingga tanaman hortikultura. Bahkan, lapas tercatat telah sukses melakukan panen ikan patin sebanyak dua kali di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Heri menegaskan, program ini mengemban misi ganda. Selain menyokong swasembada pangan daerah, program agro-pangan ini menjadi instrumen pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki keterampilan produktif pasca-bebas.
"Kami juga mengembangkan pertanian padi melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Untuk kebutuhan dapur lapas sendiri, sebagian sudah memanfaatkan hasil panen kangkung premium yang dibudidayakan warga binaan," imbuhnya.
Saat ini, pihak lapas juga tengah menguji coba budidaya buah melon dan berencana membangun keramba khusus untuk budidaya ikan lele. Mengingat potensi lahan yang luas, Heri membuka pintu lebar bagi investor atau pihak ketiga yang ingin bekerja sama meningkatkan skala produksi pertanian lapas. Meski begitu, ia mengakui fluktuasi harga pasar seperti komoditas kangkung dan tantangan distribusi perikanan masih menjadi pekerjaan rumah yang terus dicarikan solusinya.
Di sisi lain, respons positif datang dari mitra SPPG Keduyung, Elan Mahardika. Ia menilai kolaborasi ini sangat taktis dalam mengamankan ketersediaan bahan baku pangan lokal sekaligus memberikan dampak sosial bagi warga binaan. Selama ini, SPPG Keduyung aktif menggandeng berbagai elemen lokal, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), demi menjaga keberlanjutan program MBG.
Menariknya, jalinan kemitraan ini berawal dari aktivitas digital. Elan mengaku pertama kali mengetahui potensi pertanian di dalam lapas setelah melihat unggahan produk selada di akun Instagram resmi Lapas Kelas IIB Lamongan. Informasi visual tersebut memantik rasa penasarannya hingga memutuskan untuk datang langsung dan menjajaki kerja sama.
"Awalnya saya tahu dari postingan di Instagram Lapas Lamongan. Karena tertarik melihat kualitas seladanya, kami langsung agendakan berkunjung. Saat di lokasi, kami melihat langsung melimpahnya hasil budidaya warga binaan, mulai dari selada, kangkung hingga peternakan kambing. Ini menunjukkan lapas punya potensi produksi yang luar biasa dan sangat strategis jadi mitra kami," ungkap Elan.
Elan memaparkan bahwa selada memegang peran vital dalam pemenuhan standar menu harian MBG. Sayuran hijau ini menjadi elemen pelengkap nutrisi sekaligus mempercantik visual estetika makanan yang didistribusikan kepada ribuan masyarakat.
"Selada menjadi kebutuhan vital bagi kami karena digunakan hampir di setiap porsi makanan yang kami distribusikan. Saat ini kami melayani sekitar 2.300 penerima manfaat sehingga kebutuhan selada cukup besar dan harus tersedia secara rutin," urai Elan.
Untuk menjaga kesegaran dan keberlanjutan menu, SPPG Keduyung berencana mengambil pasokan selada dari Lapas Lamongan sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu periode pengiriman. Adapun total kebutuhan selada bersih yang dipasok untuk SPPG Keduyung mencapai 75 kilogram setiap minggunya. (yan)
What's Your Reaction?



