Kumpul di Stadion Surajaya Lamongan, Persebaya ABG Apresiasi TVRI Siarkan Piala Dunia 2026 Ramah UMKM
"Kami sangat mengapresiasi langkah TVRI yang berkomitmen menyiarkan Piala Dunia 2026 secara langsung. Bagi kami di daerah, ini bukan cuma tontonan hiburan gratis yang berkualitas, tapi juga sekolah sepak bola gratis lewat layar kaca. Dari pertandingan tim-tim terbaik dunia nanti, kita semua bisa belajar banyak hal, mulai dari teknik permainan modern, kematangan strategi di lapangan, kedisiplinan tingkat tinggi, hingga bagaimana industri sepak bola global itu dikelola secara profesional," ujar Dika Andrianto di Stadion Surajaya, Minggu (24/5/2026).
Lamongan, (afederasi.com) – Demam Piala Dunia 2026 kini mulai menjalar dan dirasakan oleh para pencinta sepak bola di berbagai pelosok tanah air, khususnya di wilayah Jawa Timur. Kepastian Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) untuk menyiarkan secara langsung pesta bola paling bergengsi di jagat raya tersebut memicu banjir apresiasi serta dukungan moril yang sangat besar dari basis suporter akar rumput.
Dukungan secara terbuka ini salah satunya disuarakan dengan lantang oleh komunitas suporter Persebaya ABG. Dukungan tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan sepak bola bertajuk laga persahabatan yang digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Minggu sore (24/5/2026).
Ratusan anggota komunitas yang mengusung nilai Awesome, Brave, and Gloriously ini datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Tuban, Gresik, hingga tuan rumah Lamongan. Mereka melebur menjadi satu di lapangan hijau, disatukan oleh visi dan semangat yang sama untuk mengawal euforia pesta sepak bola terakbar sejagat.
Bagi para suporter di daerah, kehadiran siaran Piala Dunia 2026 di saluran televisi publik milik negara seperti TVRI dinilai sebagai angin segar. Siaran ini dipandang bukan sekadar sarana hiburan gratis yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, melainkan juga instrumen edukasi sepak bola yang sangat tinggi nilainya.
Ketua Persebaya ABG, Dika Andrianto, mengungkapkan bahwa tayangan kompetisi level dunia ini sangat krusial bagi perkembangan ekosistem sepak bola lokal. Melalui siaran gratis yang menjangkau pelosok, para pemain muda dan pencinta sepak bola di daerah dapat menyerap ilmu secara langsung dari panggung internasional.
"Kami sangat mengapresiasi langkah TVRI yang berkomitmen menyiarkan Piala Dunia 2026 secara langsung. Bagi kami di daerah, ini bukan cuma tontonan hiburan gratis yang berkualitas, tapi juga sekolah sepak bola gratis lewat layar kaca. Dari pertandingan tim-tim terbaik dunia nanti, kita semua bisa belajar banyak hal, mulai dari teknik permainan modern, kematangan strategi di lapangan, kedisiplinan tingkat tinggi, hingga bagaimana industri sepak bola global itu dikelola secara profesional," ujar Dika Andrianto di Stadion Surajaya, Minggu (24/5/2026).
Menariknya, aksi komunitas Persebaya ABG tidak berhenti pada euforia verbal semata. Komunitas ini tetap konsisten mengawinkan gairah sepak bola dengan misi sosial kemanusiaan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.
Di tengah gaung dukungan untuk TVRI dan Piala Dunia, mereka tetap konsisten menjalankan agenda rutin berupa pertandingan amal dua mingguan. Dalam sistem yang mereka bangun, setiap gol yang berhasil tercipta di lapangan akan langsung dikonversi menjadi nominal uang tunai tertentu.
Seluruh uang yang terkumpul dari konversi gol tersebut kemudian langsung dibelanjakan ke lapak-lapak pedagang kaki lima dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area luar Stadion Surajaya Lamongan.
Dengan formula ini, semangat sepak bola yang dibawa oleh Persebaya ABG berhasil melintasi batas lapangan hijau. Mereka membuktikan bahwa euforia menyambut turnamen kelas dunia dapat berjalan beriringan dengan dampak ekonomi yang nyata, konkret, dan langsung dirasakan oleh masyarakat kecil di daerah. (yan)
What's Your Reaction?

