Harga Telur Anjlok, Biaya Pakan Meroket: Peternak Ayam Petelur Jombang Terjepit

09 Jul 2026 - 19:22
Harga Telur Anjlok, Biaya Pakan Meroket: Peternak Ayam Petelur Jombang Terjepit
Salah satu pekerja di kandang milik Eko Murdiyanto saat panen telur, Kamis (09/07/2026). (Foto: Santoso/afederasi. com)

Jombang, (afederasi.com) – Para peternak ayam petelur di Kabupaten Jombang saat ini sedang dilanda situasi sulit. 

Dalam tiga pekan terakhir, harga telur ayam ras di tingkat peternak menunjukkan tren penurunan, sementara biaya produksi, terutama pakan, justru terus merangkak naik. 

Kondisi ini membuat banyak peternak kehilangan margin keuntungan dan terancam mengalami kerugian berkepanjangan.

Peternak asal Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Eko Murdiyanto, mengungkapkan bahwa harga jual telur saat ini berada di angka Rp20.500 per kilogram di kandang.

Padahal, untuk bisa menutup biaya operasional dan mendapatkan keuntungan, harga ideal yang dibutuhkan peternak adalah sekitar Rp25.000 per kilogram. 

"Dua hari kemarin sempat turun, sekarang mulai naik, sebelumnya harga Rp 18.000 - Rp 18.500 ," terang Eko, Kamis (9/7/2026).

Eko mengatakan anjloknya harga ini mulai terasa sejak masa libur sekolah, di mana permintaan pasar berkurang drastis. Akibatnya, stok telur menumpuk di kandang maupun gudang pedagang. 

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar karena telur busuk, sebagian peternak terpaksa melepas produknya dengan harga di bawah harga pokok produksi.

Eko menyebutkan, kerugian yang dialami para peternak sudah sulit dihitung. Pendapatan dari penjualan telur tidak lagi mampu menutupi tingginya biaya operasional, terutama kebutuhan pakan yang harganya terus meningkat.

"Biasanya harga masih di atas Rp 25 ribu per kilogram. Harusnya minimal Rp 25 ribu supaya masih ada untung. Sekarang bukan untung, malah terus tekor," pungkasnya dengan nada prihatin.

Peternak ayam petelur berharap kepada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah agar harga telur stabil sehingga usaha mereka tetap bertahan dan tidak gulung tikar.

Mereka juga meminta pemerintah untuk terus mengawal distribusi pakan dan memastikan harga jual di tingkat peternak tidak terus tertekan oleh biaya produksi yang tinggi. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow