Seminar Nasional Prasasti Munggut, Revitalisasi Situs Jadi Ruang Publik Inklusif

23 Apr 2026 - 02:29
Seminar Nasional Prasasti Munggut, Revitalisasi Situs Jadi Ruang Publik Inklusif
Pemateri Seminar Nasional prasasti Munggut Rakai Hino Galeswangi saat memberikan materi ke peserta seminar yakni guru sejarah di Jombang, Rabu (22/04/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Yayasan Rebung Pringori bersama Kementerian Kebudayaan serta LPDP Dana Indonesiana menggelar Seminar Nasional bertajuk Revitalisasi dan Pemanfaatan Situs Prasasti Munggut. Acara penting ini berlangsung di Dusun Sumbergurit, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (22/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengubah situs bersejarah menjadi ruang publik inklusif yang tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat.

Menghadirkan Narasumber Epigrafi Terkemuka

Seminar nasional yang berlangsung hangat ini menghadirkan deretan pakar epigrafi dan arkeologi nasional, di antaranya:

1.DR. Nini Susanti Tedjowasono (Perkumpulan Epigrafi Indonesia)

2.DR. Titi Surti Nastiti (Badan Riset Inovasi Nasional)

3.Goenawan A. Sambodo (Perkumpulan Epigrafi Indonesia)

4.Rakai Hino Galeswangi (Arkeolog, dosen UII Dalwa, anggota PAEI)

Acara ini juga dihadiri oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, Kepala Desa Katemas bersama masyarakat sekitar, juru pelihara situs cagar budaya dari Kecamatan Kudu dan Ngusikan, serta para guru Sejarah dari SMA, MAN, dan SMPN di Jombang.

Para narasumber membawakan materi yang membuka wawasan peserta. DR. Nini Susanti Tedjowasono mengupas tuntas pesan moral Raja Airlangga yang tertuang dalam Prasasti Munggut. 

Sementara itu, DR. Titi Surti Nastiti memaparkan tentang "Prasasti Munggut dan Temuan di Sekitarnya", yang memberikan perspektif baru mengenai kawasan bersejarah tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang, Anom Antono, menyambut gembira penyelenggaraan seminar ini. Menurutnya, kolaborasi antara yayasan, kementerian, dan LPDP sangat strategis untuk memajukan kebudayaan di Jombang.

"Dengan di adakan kegiatan ini para guru sejarah yang menjadi peserta seminar akan menambah wawasan serta pengetahuan tentang prasasti Munggut, " terangnya.

Para peserta mengaku mendapatkan manfaat besar.Anita Sari, guru sejarah dari SMA Negeri Kabuh, mengungkapkan, "Acara ini sangat luar biasa. Kami bisa mendengarkan langsung dari para narasumber, menambah wawasan, serta meneladani nilai-nilai kepemimpinan Raja Airlangga yang tertulis dalam prasasti ini."

Hal senada disampaikan Sri Wilujeng, guru sejarah dari SMA Negeri Ngoro Jombang. "Seminar ini sangat bagus. Kami jadi lebih memahami situs-situs bersejarah di Jombang. Semoga acara seperti ini bisa ditingkatkan lagi dan diadakan kembali di masa mendatang," pungkasnya.

Di sela-sela acara, Goenawan A. Sambodo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemberdayaan ruang publik.

 "Kami mencoba menyamakan persepsi tentang apa, siapa, dan bagaimana Prasasti Munggut saat ini. Ke depannya, prasasti ini tidak hanya berfungsi sebagai cagar budaya, tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, misalnya dengan menjadikan kawasan ini sebagai desa wisata."

Sementara itu, Rakai Hino Galeswangi mengapresiasi seminar yang dinilainya istimewa karena digelar di tengah masyarakat dengan suasana guyub.

"Acara seperti ini jarang terjadi. Yang hadir rata-rata guru muda usia 30-40 tahun, ini sangat bagus untuk meneruskan nilai-nilai leluhur kepada siswa-siswi mereka. Nilai-nilai tersebut mulai luntur di generasi muda, sehingga penting untuk dimunculkan kembali," tegasnya.

Dengan terselenggaranya Seminar Nasional Prasasti Munggut ini, diharapkan kesadaran sejarah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Jombang melalui situs budaya dapat berjalan beriringan. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow