Mekanisme Formatur Digelar, Gus Farid Al Farisi Berpeluang Kuat Nahkodai DPC PPP Jombang

28 Apr 2026 - 07:57
Mekanisme Formatur Digelar, Gus Farid Al Farisi Berpeluang Kuat Nahkodai DPC PPP Jombang
Muscab DPC PPP yang digelar di hotel yusro pada Minggu (27/04/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Peta politik di Kabupaten Jombang mulai memasuki babak baru. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jombang resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) dengan mengusung mekanisme formatur dalam penyusunan struktur kepengurusan periode 2026-2031, Minggu (26/4/2026). Dalam proses demokrasi internal yang berlangsung di Hotel Yusro, Jombang, nama Gus Farid Al Farisi muncul sebagai figur terkuat yang berpeluang besar untuk naik menjadi Ketua DPC PPP Jombang.

Berbeda dengan sistem voting atau aklamasi langsung, Muscab PPP Jombang memilih mekanisme formatur untuk menghindari perpecahan. Sistem ini dianggap paling ideal karena memberikan kepercayaan kepada sekelompok kecil utusan untuk meracik susunan pengurus inti.

Dalam forum tersebut, para peserta yang terdiri dari perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang sepakat membentuk tim kecil yang bertugas menyusun formasi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Tim inilah yang dikenal dengan sebutan Tim Formatur.

Susunan Tim Formatur, Gus Farid Al Farisi Jadi Ujung Tombak
Berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah, terpilih lima nama anggota Tim Formatur DPC PPP Jombang. Kelima orang tersebut adalah:

1. Farid Al Farisi (unsur DPC)

2. Salam (unsur PAC)

3. Adi Purwanto (PAC Kesamben)

4. Mbah Buang Kurniawan (unsur PAC)

5. Agus Subekti (unsur PAC)

Di antara kelima nama tersebut, Gus Farid Al Farisi menjadi sorotan utama. Namanya dinilai paling mentereng dan diperhitungkan untuk duduk di kursi nomor satu pimpinan DPC.

Mengapa Gus Farid Al Farisi begitu berpeluang kuat? Rekam jejaknya cemerlang. Ia adalah mantan Wakil Ketua DPRD Jombang periode 2019-2024. Selain itu, kiprahnya sebagai kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan mantan Ketua KNPI Jombang selama dua periode membuatnya memiliki basis massa yang solid.

"Saya mengucapkan terima kasih atas amanah sebagai tim formatur. Ini tanggung jawab besar untuk lahirkan kepengurusan yang kolaboratif," ujar Gus Farid, Selasa (28/4/2026).

Tim formatur hanya diberi waktu singkat, yakni tujuh hari ke depan, untuk memutuskan struktur final. Adi Purwanto, salah satu anggota tim formatur, menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja ekstra keras.

"Kami akan menyusun sebijak mungkin struktur kepengurusan yang mengayomi, menjaga persatuan, serta kolaboratif. Hasilnya akan kami kirim ke DPP PPP untuk disahkan," kata Adi.

Dengan target waktu yang mepet ini, spekulasi mengenai kabinet yang dipimpin Gus Farid Al Farisi semakin menguat. Dukungan dari akar rumput hingga pengurus anak cabang terus mengalir deras.

Jika resmi dinahkodai Gus Farid, publik Jombang berharap DPC PPP Jombang bisa kembali bangkit. Targetnya adalah merebut kembali kursi legislatif yang sempat tergerus serta menjadi poros perubahan dalam Pilkada Jombang mendatang.

Proses mekanisme formatur yang berjalan damai ini menjadi bukti bahwa PPP Jombang lebih mengutamakan kebersamaan daripada kepentingan individu. Kini, semua mata tertuju pada keputusan tim formatur dalam beberapa jam ke depan. Apakah Gus Farid resmi menjadi nahkoda? Kita tunggu hasil musyawarahnya.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow