Sinergi Buruh-Pemerintah: May Day 2026 di Kabupaten Madiun Nihil Aksi Turun ke Jalan
Ketua SBTP FSBI PT Global Way Indonesia (GWI), Sunardi, menegaskan bahwa organisasinya berkomitmen tidak terlibat dalam aksi massa, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.
Madiun, (afederasi.com) - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Madiun dipastikan berlangsung kondusif tanpa adanya aksi unjuk rasa di jalanan.
Komitmen ini lahir menyusul dialog produktif antara serikat buruh dengan Pemerintah Kabupaten Madiun yang berhasil mengakomodir berbagai aspirasi ketenagakerjaan melalui forum pra-May Day. Sebagai gantinya, para buruh dan pemerintah akan memusatkan kegiatan dalam forum doa bersama demi menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Bumi Kampung Pesilat.
Ketua SBTP FSBI PT Global Way Indonesia (GWI), Sunardi, menegaskan bahwa organisasinya berkomitmen tidak terlibat dalam aksi massa, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.
"Keputusan meniadakan aksi didasari koordinasi positif dengan Pemkab Madiun yang telah mengakomodir usulan buruh. Selain itu, kami ingin mengantisipasi agar isu rencana PHK oleh manajemen perusahaan tidak dijadikan 'kambing hitam' akibat adanya aksi," ujar Sunardi.
Ia menambahkan bahwa serikat kini lebih memilih fokus pada stabilitas produksi ekspor bola sepak dan pengawalan hasil dialog demi kesejahteraan anggota di tahun 2027.
Senada dengan hal tersebut, Ketua SBMR F-SEBUMI, Aris Budiono, juga memastikan anggotanya tidak akan menggelar aksi di wilayah hukum Kabupaten Madiun maupun bergabung ke luar daerah.
"Tahun ini SBMR fokus pada titik aksi di Kota Madiun saja. Kami berkomitmen memperketat pengawasan internal guna mengantisipasi penyusup maupun pihak luar yang berpotensi melakukan provokasi serta tindakan anarkis," tegas Aris.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mengapresiasi kedewasaan para buruh yang memilih tidak menggelar aksi massa pada peringatan May Day 2026. Meskipun rencana doa bersama batal dilaksanakan, sinergi tetap terjaga melalui ruang dialog.
"Sebagai bentuk sinergi, pada minggu pertama Mei 2026, kami akan menyelenggarakan sarasehan serikat pekerja bersama Bupati Hari Wuryanto," jelas Arik.
Berkat koordinasi lintas sektoral yang kuat antara aparat, pemerintah, dan serikat, dipastikan elemen buruh di Kabupaten Madiun tetap menjaga kondusivitas daerah tanpa agenda unjuk rasa pada 1 Mei mendatang. (Hen)
What's Your Reaction?

