Persela Lamongan Terancam Pengurangan Poin Akibat Belum Penuhi Standar Lisensi Klub PSSI, Begini Penjelasan Manajemen

"Kriteria satu sampai empat kemarin sebenarnya sudah clear. Meskipun ada beberapa poin kecil yang belum lengkap, tapi statusnya masih aman," ujar saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026) pagi.

15 May 2026 - 10:30
Persela Lamongan Terancam Pengurangan Poin Akibat Belum Penuhi Standar Lisensi Klub PSSI, Begini Penjelasan Manajemen
Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya optimis Persela lolos verifikasi Klub Lisensi PSSI (Persela/Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Persela Lamongan menjadi satu dari sembilan klub yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria Lisensi PSSI (Club Licensing) untuk musim kompetisi Liga 2 2026/2027. Kondisi ini membuat Laskar Joko Tingkir terancam sanksi memulai kompetisi dengan poin minus.

Sebelumnya, Direktur I League, Asep Saputra, menegaskan bahwa klub yang gagal memenuhi standar lisensi akan menerima konsekuensi regulasi yang tegas.

Menanggapi hal tersebut, manajemen Persela Lamongan angkat bicara. Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang bekerja keras di masa sanggah atau periode banding.

Aditya mengungkapkan, dari lima kriteria utama Club Licensing yakni, Sporting, Legal, Infrastructure, Administration & Personnel, serta Finance. Persela sebenarnya sudah memenuhi mayoritas persyaratan.

"Kriteria satu sampai empat kemarin sebenarnya sudah clear. Meskipun ada beberapa poin kecil yang belum lengkap, tapi statusnya masih aman," ujar saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026) pagi.

Aditya membeberkan, ganjalan utama Persela saat ini terletak pada poin kelima, yaitu kriteria keuangan (Finance). Ia menyebut kendala administrasi ini merupakan dampak dari proses transisi manajemen.

"Poin lima, kita belum bisa menyuguhkan report finance. Karena saya baru masuk di pertengahan Desember (2025). Jadi hasil CL yang keluar 2026 ini sebenarnya proses dari tahun 2025," jelas pria yang akrab disapa Adit tersebut.

Meski demikian, manajemen Persela tidak tinggal diam. Sejak dua bulan terakhir, sebuah tim khusus (Timsus) telah dibentuk untuk fokus mengejar ketertinggalan dokumen tersebut.

"Dua bulan ini sudah 'digas' sama tim. Sehingga kriteria satu sampai empat sudah beres. Manajemen sudah ada Timsus yang konsen untuk CL ini," tambahnya.

Pihak I League dan PSSI masih memberikan ruang bagi klub untuk melengkapi dokumen terakhir dan melakukan banding hingga 22 Mei 2026 mendatang. Manajemen Persela optimis sanksi pengurangan poin bisa dihindari jika laporan keuangan berhasil diserahkan tepat waktu.

Sebagai informasi, selain Persela, beberapa klub besar lain Liga 2 seperti Persiraja Aceh, PSBS Biak, hingga Persiba Balikpapan juga tercatat belum lolos lisensi. Sementara klub yang dinyatakan lulus di antaranya Semen Padang, PSMS Medan, dan Bekasi City. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow