Bupati Situbondo Minta Kepala Sekolah Jadi Motor Penggerak Karakter Siswa

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendorong kepala sekolah menjadi penggerak karakter siswa melalui program Gemas guna mencetak generasi unggul yang mandiri.

03 Jul 2026 - 11:16
Bupati Situbondo Minta Kepala Sekolah Jadi Motor Penggerak Karakter Siswa
Bupati Situbondo, Mas Rio saat melantik kepala sekolah (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Situbondo mulai melakukan transformasi arah pembangunan pendidikan. Kepala sekolah kini tidak lagi sekadar menjadi pengelola administrasi, tetapi dituntut menjadi motor penggerak utama dalam membentuk karakter siswa.

​Penegasan tersebut disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat menyerahkan surat keputusan penugasan kepala sekolah sekaligus melantik pejabat fungsional dan mengambil sumpah PNS di lingkungan Pemkab Situbondo, Jumat (3/7/2026). Acara tersebut digelar di Pendopo Rakyat Situbondo.

​Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini meminta agar visi reformasi pendidikan di Situbondo diimplementasikan secara nyata hingga ke ruang-ruang kelas. Ia ingin para pendidik menerjemahkan kebijakan daerah menjadi aksi konkret bagi siswa.

​"Kepala sekolah harus bisa mentransfer pikiran saya dan Mbak Ulfi mengenai konstruksi dunia pendidikan kepada para guru, lalu diteruskan kepada murid," tegas Mas Rio dalam arahannya.

​Menurut Mas Rio, perubahan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan sarana prasarana atau sekadar pergantian kurikulum. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah membangun karakter siswa sejak usia dini sebagai fondasi utama sumber daya manusia yang unggul.

​Untuk itu, Pemkab Situbondo menyiapkan program Gerakan Mandiri Anak Situbondo (Gemas). Melalui program ini, aktivitas seperti merapikan perlengkapan pribadi dan membersihkan lingkungan sekolah akan diintegrasikan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

​"Program Gemas didasarkan pada riset yang menunjukkan bahwa karakter anak dibentuk sejak usia dini. Inilah penentu kualitas mereka di masa depan," jelasnya.

​Selain karakter siswa, Mas Rio juga menyoroti pentingnya literasi di kalangan tenaga pendidik. Ia mengajak guru untuk rutin membaca buku maupun jurnal ilmiah agar metode pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman.

​Dalam kesempatan tersebut, Mas Rio juga mengingatkan perubahan paradigma dalam menilai potensi anak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari kecerdasan akademik semata.

​"Jangan hanya menganggap anak yang pintar matematika yang hebat. Siswa yang memiliki bakat di bidang musik atau keahlian lain harus diberi ruang untuk berkembang," ujarnya.

​Ia meyakini setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi wadah yang mengakomodasi seluruh potensi siswa tanpa melakukan perbandingan kemampuan.

​Di akhir sambutannya, Mas Rio memberikan instruksi kepada para ASN yang baru dilantik. Ia meminta aparatur muda tersebut untuk mengubah budaya kerja menjadi lebih responsif, proaktif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

​"ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Kecepatan bekerja, inisiatif, dan komunikasi yang baik adalah kunci pelayanan publik berkualitas," pungkasnya.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow