Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Robbani Gelar Manasik Haji Akbar
Jombang, (afederasi.com)– Pemandangan spektakuler menyambut pagi hari di Lapangan SDN Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Lautan putih tampak seragam ihram memenuhi area lapangan.
Bukan pertandingan olahraga, melainkan gelaran Manasik Haji Akbar yang digelar oleh Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Robbani Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Selasa (13/05/2026).
Dimana sebanyak 1000 siswa dari jenjang KB, TK dan SD se-Kecamatan Ploso tumpah ruah mengikuti simulasi rukun Islam kelima ini dengan penuh semangat dan gembira.
Mengusung tema "Pengenalan Rukun Islam Kelima, Penanaman Karakter Mulia dan Berhaji Sejak Dini", acara ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari para pendidik, orang tua, dan tentunya anak-anak.
Peserta manasik haji semangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan mulai dari praktik tawaf, sa’i, hingga lempar jumrah yang dikemas menyerupai pelaksanaan ibadah haji sesungguhnya.
Dengan mengenakan pakaian ihram bagi siswa dan busana muslimah syar’i bernuansa putih bagi siswi, seluruh murid mengikuti arahan guru pembimbing manasik, serta pemandu haji sambil mempraktikkan tata cara haji secara langsung.
Manasik Haji 1447 Hijriah yang diselenggarakan Yayasan Robbani ini turut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Ploso, KUA, IPHI, ketua JSIT Jombang, Direktur LAZUQ Jombang, serta para pengawas KB,TK dan SD setempat.
Ditemui seusai kegiatan, Camat Ploso, Tridoyo Purnomo, S.STP, menyampaikan bahwa pendidikan terbaik bagi anak-anak adalah pendidikan yang memberikan pengalaman langsung. Ia menilai simulasi ibadah haji ini merupakan langkah konkret dalam membentuk mentalitas religius sejak dini.
"Manasik haji ini bukan sekadar simulasi, melainkan upaya kita membangun pondasi ibadah dalam jiwa anak-anak. Dengan praktik langsung, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga meresapi makna ketaatan secara batiniah," terangnya.
Vera, salah satu wali murid, memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas suksesnya kegiatan manasik haji akbar ini. Menurutnya, melihat anak-anak hadir dengan semangat membuktikan bahwa sinergi pendidikan agama berjalan dengan sangat luar biasa.
"Harapannya, kelak mereka memiliki kesiapan lahir dan batin saat benar-benar dipanggil Allah ke Baitullah. Pendidikan adalah proses hidup yang membentuk budi pekerti," pungkasnya penuh haru.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Siti Nur Chusnainah, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi sebuah upaya konkret menanamkan kecintaan terhadap tanah suci sejak usia dini.
"Dengan tema semangat menunaikan ibadah haji, kami berharap anak-anak tidak hanya paham teori, tapi juga merasakan atmosfer ibadah haji secara langsung. Manasik ini adalah bibit kerinduan kepada Baitullah," jelasnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dari pagi hingga siang hari. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian simulasi, didampingi oleh para guru dan panitia yang sigap. Orang tua yang memantau pun tak henti-hentinya mengabadikan momen berharga ini.
Salah satu siswa SD Felyn mengaku senang bisa langsung mengikuti kegiatan manasik haji ini walaupun harus kepanasan sejak pagi tadi mengikuti kegiatan ini.
" Dengan mengikuti kegiatan manasik haji dengan praktek langsung membuat lebih memahami proses ibadah haji jadi tahu mulai tahapan haji mulai Arafah sampai Tawaf dan sa'i ," pungkasnya.
Dengan suksesnya gelaran manasik haji ini, diharapkan generasi muda Jombang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat.
Simulasi ini menjadi bekal awal bagi anak-anak untuk memahami rukun Islam kelima, sekaligus menumbuhkan kerinduan untuk suatu saat nanti benar-benar menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Semangat yang diusung dalam tema "Pengenalan Rukun Islam Kelima, Penanaman Karakter Mulia dan Berhaji Sejak Dini" kini telah tertanam dalam diri 1000 siswa se- Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. (san)
What's Your Reaction?

