219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Disiapkan Petrokimia Gresik Antisipasi Gejolak Global

“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi, Selasa (12/05/2026).

13 May 2026 - 20:55
219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Disiapkan Petrokimia Gresik Antisipasi Gejolak Global
Stok ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang pupuk Petrokimia Gresik (Komkor Petrokimia Gresik/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Mengawal musim tanam nasional April–September 2026, Petrokimia Gresik menyiapkan sebanyak 219.648 ton stok pupuk bersubsidi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi dan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan bahwa perusahaan bersama Pupuk Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan pupuk bersubsidi tersedia tepat waktu bagi petani selama musim tanam berlangsung.

“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi, Selasa (12/05/2026).

Menurut Daconi, berbagai langkah dilakukan melalui optimalisasi fasilitas produksi dan operasional perusahaan guna menjaga kontinuitas produksi pupuk, memperkuat stok pupuk bersubsidi, serta memaksimalkan dukungan jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia agar pupuk tersedia tepat waktu di tingkat petani.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat langkah antisipatif terhadap berbagai dinamika global yang berpotensi mengganggu rantai pasok bahan baku industri pupuk. Strategi tersebut dilakukan melalui diversifikasi negara asal pasokan phosphate rock, potash, dan sulphur, serta optimalisasi pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri.

Tak hanya itu, perusahaan juga mengoptimalkan kontrak pengadaan jangka panjang dan mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga dua belas bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan produksi pupuk nasional.

“Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional,” tandas Daconi.

Stok Pupuk Subsidi Dipastikan Aman

Per 10 Mei 2026, stok pupuk bersubsidi yang disiapkan Petrokimia Gresik terdiri dari Urea subsidi sebanyak 32.054 ton, NPK Phonska sebanyak 166.324 ton, Petroganik sebanyak 16.611 ton, ZA sebanyak 2.720 ton dan SP-36 sebanyak 1.939 ton.

Seluruh stok tersebut telah tersedia di jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April–September bisa dijalani dengan optimal,” jelasnya.

Daconi menambahkan, pemerintah juga telah melakukan berbagai penyederhanaan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi guna mempermudah akses petani. 

Salah satunya melalui penyederhanaan regulasi dari 145 aturan menjadi satu aturan induk melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang kemudian disempurnakan melalui Perpres Nomor 113 Tahun 2025.

Selain itu, terbit pula Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 sebagai bagian dari aturan pelaksanaannya.

Menurut Daconi, penyederhanaan regulasi tersebut berdampak positif terhadap kelancaran distribusi pupuk secara nasional dan mendorong peningkatan penyerapan pupuk bersubsidi di awal tahun.

Tercatat, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton. Angka tersebut meningkat 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga memastikan pengawasan ketat terhadap PPTS atau kios resmi agar disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk subsidi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Daconi juga mengimbau petani agar melakukan penebusan pupuk hanya di kios resmi atau PPTS untuk menghindari produk palsu yang saat ini marak ditawarkan dengan harga murah oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” tutupnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow