Cegah Kendaraan Berat Masuk Perkampungan, 11 Portal Jalan Siap Dipasang di Tulungagung
Satlantas Polres Tulungagung dan Dishub memasang portal setinggi 2,5 meter di sejumlah titik di Kecamatan Gondang untuk mencegah truk melintasi jalan permukiman.
Tulungagung, (afederasi.com) – Satlantas Polres Tulungagung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memasang portal pembatas setinggi 2,5 meter di Simpang 4 Cabe, Desa Bendo, Kecamatan Gondang, Senin (29/6/2026). Langkah tegas ini diambil untuk mencegah kendaraan angkutan barang melintas di jalur permukiman warga.
KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin, menjelaskan bahwa pemasangan portal dilakukan setelah berbagai upaya lain, seperti pemasangan 32 titik rambu lalu lintas, dinilai tidak efektif. Kendaraan berat masih terus melintas di jalan perkampungan sejak pembongkaran Jembatan Gondang 1 dimulai pada 2 Juni 2026 lalu.
"Pemasangan rambu sebelumnya tidak efektif karena angkutan barang tetap melintas di jalur yang tidak sesuai. Kini kami pasang portal," ujar Zainudin di lokasi, Senin (29/6/2026).
Rencananya, akan ada 11 portal yang dipasang secara bertahap. Tahap pertama mencakup empat titik, yakni Simpang 4 Cabe, Simpang 3 barat kantor Kecamatan Gondang, Simpang 3 Mojoarum, dan Simpang 3 Pampang. Zainudin menegaskan bahwa kunci gembok portal akan diserahkan kepada kepala desa setempat untuk kebutuhan mendesak warga.
"Jika ada warga yang punya hajat, portal bisa dibuka sesuai kebutuhan. Asalkan tetap tidak dilewati kendaraan barang," tegasnya.
Di sisi lain, Plh Kabid Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Ferdi Arif Iswahyudi, menekankan bahwa jalur permukiman yang terdampak hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda tunggal. Kelas jalan tersebut maksimal mampu menahan beban 8 ton.
"Kendaraan roda enam ke atas dilarang melintas. Pemasangan portal ini harus segera diselesaikan di jalur vital seperti simpang tiga SMPN 5 agar efektif," jelas Ferdi.
Keluhan warga memuncak setelah jalanan desa berulang kali rusak dan berlubang akibat sering dilintasi kendaraan berat. Kepala Desa Bendo, Maryadi, mengaku warga sempat menambal jalan rusak hingga tiga kali, namun kembali jebol karena material yang digunakan hanya tanah.
"Bahkan gapura desa sisi barat sempat ditabrak truk pada malam hari hingga harus diperbaiki dengan biaya dua juta rupiah," ungkap Maryadi.
Sebagai informasi, Jembatan Gondang 1 saat ini sedang dalam masa proyek penggantian dan ditutup hingga 11 Desember 2026. Seluruh angkutan barang dari arah Tulungagung menuju Trenggalek seharusnya melalui jalur utama yakni Simpang 4 Tamanan menuju Kecamatan Bandung hingga ke Durenan, Trenggalek. Namun, lantaran jarak yang dianggap lebih memutar, banyak pengemudi yang nekat masuk ke jalan desa demi mengejar waktu.(riz/dn)
What's Your Reaction?

