Diversifikasi Produk, DKP Jatim Gelar Pelatihan Olahan Perikanan untuk UMKM Lamongan

"Kita menginginkan untuk UMKM itu mempunyai kemampuan dalam pengolahan produk lebih banyak. Jadi ketika satu produk ini tidak laku dalam bisnisnya, bisa beralih di produk yang lain, terutama untuk produk-produk yang memang populer di masyarakat, terutama olahan ikan," ujar Anam Margono saat ditemui di lokasi pelatihan

21 May 2026 - 08:30
Diversifikasi Produk, DKP Jatim Gelar Pelatihan Olahan Perikanan untuk UMKM Lamongan
Narasumber pelatihan, Sri Wahyuni (kanan), saat memperagakan proses penggorengan kerupuk amplang tanpa jemur di hadapan para pelaku UMKM dan perwakilan DKP Provinsi Jawa Timur dalam agenda pelatihan diversifikasi produk olahan perikanan di Kabupaten Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus berupaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir dan pelaku usaha mikro. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran pelatihan diversifikasi produk olahan hasil laut dan perikanan yang menyasar kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan. Kamis, (21/5/2026) di kantor Dinas Perikanan Lamongan.

Program hilirisasi yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini tidak hanya bertujuan untuk mendongkrak nilai tambah produk perikanan di pasar lokal, melainkan juga dirancang sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan gizi nasional, khususnya dalam program percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Ketua Tim Kerja Bina Mutu dan Diversifikasi Produk DKP Jatim, Anam Margono, menyatakan bahwa pembekalan berbagai alternatif olahan pangan ini penting agar para pelaku UMKM memiliki daya saing tinggi dan mampu bertahan di tengah fluktuasi pasar.

"Kita menginginkan untuk UMKM itu mempunyai kemampuan dalam pengolahan produk lebih banyak. Jadi ketika satu produk ini tidak laku dalam bisnisnya, bisa beralih di produk yang lain, terutama untuk produk-produk yang memang populer di masyarakat, terutama olahan ikan," ujar Anam Margono saat ditemui di lokasi pelatihan.

Anam menambahkan, program hilirisasi ini tidak berhenti pada aspek pelatihan teknis semata. Pihak DKP Jatim berkomitmen memberikan pengawalan berkelanjutan, termasuk memfasilitasi serta menstimulasi para peserta melalui bantuan alat-alat produksi umum guna mendongkrak produktivitas usaha mereka. Pada tahun ini, terdapat tujuh agenda serupa yang dijadwalkan menyasar tujuh kabupaten strategis di wilayah Jawa Timur.

Dalam pelatihan tersebut, para pelaku UMKM Lamongan diajarkan formula inovasi pangan yang unik dan praktis, di antaranya pembuatan kerupuk amplang tanpa proses kukus dan jemur, serta pembuatan sosis dengan isian komoditas lokal berupa otak-otak bandeng. Formulasi produk tersebut tetap mengedepankan kualitas premium dengan rasio komposisi ikan yang lebih dominan demi menjaga mutu dan kandungan proteinnya.

Narasumber pelatihan, Sri Wahyuni yang juga pemilik CV Lembah Hijau, memaparkan bahwa inovasi produk sosis otak-otak bandeng ini memiliki potensi pasar yang luas sekaligus menjadi solusi pemenuhan gizi anak-anak di tingkat desa melalui integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Untuk hari ini kita olahan dari produk perikanan yang kita prosesnya membuat kerupuk tanpa jemur tanpa kukus. Jadi bisa langsung basah-basah itu digoreng. Yang kedua, kita bikin sosis, tapi yang kita masukkan ke casing sosis itu adalah bahan otak-otak bandeng. Jadi nanti itu bisa masuk ke SPPG juga untuk sampel-sampel kayak gitu," terang Sri Wahyuni sembari memperagakan proses penggorengan produk.

Melalui sinergi intensif antara DKP Provinsi Jawa Timur, instruktur pelatihan, dan pelaku UMKM ini, sektor perikanan di Kabupaten Lamongan diharapkan mampu bertransformasi menjadi pilar stabilitas ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi konkret dalam menekan angka stunting lewat produk pangan lokal yang bermutu tinggi. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow