SDN Keting Lamongan Sulap Lahan Tidur Jadi Kawasan Ketahanan Pangan untuk Menyokong Program MBG

"Kami bersyukur mendapatkan dukungan penuh dari Korwil, stakeholder, komite sekolah, serta Pemerintah Desa Keting. Lewat kolaborasi ini, lahan yang tadinya terbengkalai kini berubah menjadi kawasan produktif yang sangat bermanfaat bagi sekolah dan siswa," ujar Siswo Handoko saat ditemui di lokasi budidaya.

30 May 2026 - 16:51
SDN Keting Lamongan Sulap Lahan Tidur Jadi Kawasan Ketahanan Pangan untuk Menyokong Program MBG
Kepala Sekolah, Kepala Desa dan Korwil Bidik Sekarang saat meninjau Lahan ketahanan pangan SDN Keting untuk mendukung dan memasok bahan baku program Makan Bergizi Gratis (Iyan Farikh/afederasi)

Lamongan, (afederasi.com) – Sebuah inovasi inspiratif lahir dari lingkungan pendidikan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keting yang terletak di Kecamatan Sekaran berhasil menyulap lahan tidur yang lama terbengkalai dan dipenuhi semak belukar menjadi kawasan ketahanan pangan produktif. Sabtu, (30/5/2026).

Langkah kreatif ini diambil bukan hanya sekadar untuk penghijauan, melainkan sebagai bentuk komitmen nyata pihak sekolah bersama pemerintah desa dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di atas lahan seluas 100 meter persegi di sekitar lingkungan sekolah, kini berdiri sejumlah fasilitas budidaya yang terintegrasi. Fasilitas tersebut meliputi kolam udang vaname, kolam lele berukuran 3 kali 6 meter, hingga sistem pertanian tumpangsari yang memadukan tanaman bawang merah dengan budidaya ikan nila serta ikan tombro.

Selain menjadi penyokong kebutuhan gizi, kawasan ini juga difungsikan sebagai media pembelajaran atau sekolah alam bagi para siswa agar lebih mengenal dunia pertanian dan perikanan sejak dini.

Kepala SDN Keting, Siswo Handoko, mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan penuh dari berbagai elemen, mulai dari Korwil bidang pendidikan, komite sekolah, hingga pemerintah desa setempat.

"Kami bersyukur mendapatkan dukungan penuh dari Korwil, stakeholder, komite sekolah, serta Pemerintah Desa Keting. Lewat kolaborasi ini, lahan yang tadinya terbengkalai kini berubah menjadi kawasan produktif yang sangat bermanfaat bagi sekolah dan siswa," ujar Siswo Handoko saat ditemui di lokasi budidaya.

Inovasi yang diinisiasi oleh kepala sekolah ini pun langsung mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Keting. Kepala Desa Keting, Jauhri, menyatakan pihak desa sangat terbantu dengan adanya pemanfaatan lahan ini dan siap mengintegrasikan hasil panen untuk menyukseskan program nasional.

"Kami dari pemerintah desa sangat bersyukur karena lahan yang awalnya tandus dan berupa semak belukar kini bisa menjadi sangat produktif. Kedepannya, program ketahanan pangan sekolah ini akan dikoneksikan langsung untuk memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah Lamongan," tegasnya.

Dengan adanya integrasi antara sektor pendidikan, ketahanan pangan sekolah, dan pemerintah desa, SDN Keting diharapkan dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur. Utamanya dalam memanfaatkan lahan tidak produktif demi mencapai kemandirian pangan sekaligus mendukung pemenuhan gizi nasional menuju generasi Indonesia emas 2045. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow