Cerita Haru, Terpisah di Tengah Lautan Jamaah Haul di Gresik, Lansia asal Mojokerto dipulangkan Polisi

Bapak hanya menyampaikan mobil warna putih. Saat kami tanya apakah naik bus, beliau jawab tidak. Ditanya sejenis Elf atau Hiace juga bukan. Baru ketika kami tanya apakah mobil pribadi atau mobil kecil, beliau menjawab iya," ujar salah satu petugas.

03 Jun 2026 - 20:21
Cerita Haru, Terpisah di Tengah Lautan Jamaah  Haul di Gresik, Lansia asal Mojokerto dipulangkan Polisi
Mbah Ngarto lansia 90 tahun(pakai peci hitam) akhirnya ditemukan polisi usai tersesat di tengah lautan jamaah Haul Habib Abu bakar Assegaf di Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Di tengah lautan manusia yang memadati rangkaian Haul Akbar ke-71 Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di Kabupaten Gresik, sebuah kisah mengharukan menyentuh hati banyak orang.

Ngarto (90), seorang lansia asal Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, sempat terpisah dari rombongan keluarganya saat menghadiri haul. Di usia senjanya, Mbah Ngarto terlihat kebingungan dan tak tahu harus ke mana untuk kembali pulang.

Beruntung, kondisi tersebut segera diketahui oleh personel Polres Gresik yang sedang bertugas mengamankan jalannya kegiatan.

Mbah Ngarto ditemukan duduk seorang diri di bawah lampu lalu lintas di sekitar lokasi acara. Wajahnya tampak lelah. Tatapannya kosong, seolah berusaha mengingat ke mana arah pulang dan di mana keluarganya berada.

Pada saat yang hampir bersamaan, panitia juga menerima laporan adanya seorang jemaah lanjut usia yang hilang dari rombongannya.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung membawa Mbah Ngarto ke Pos Sementara Haul di Simpang Empat GNI untuk beristirahat dan mendapatkan pendampingan.

Namun, tugas belum selesai. Mencari keluarga Mbah Ngarto ternyata bukan perkara mudah. Faktor usia membuat informasi yang bisa diberikan sangat terbatas. Petugas pun harus berpacu dengan waktu sambil berusaha menenangkan sang lansia.

Berbagai upaya dilakukan. Mulai berkoordinasi dengan Polres Mojokerto, menghubungi Bhabinkamtibmas di desa asalnya, hingga mencoba menggali informasi sekecil apa pun yang masih diingat Mbah Ngarto.

Saat ditanya kendaraan yang digunakan menuju Gresik, jawaban yang diberikan pun sangat minim.

"Bapak hanya menyampaikan mobil warna putih. Saat kami tanya apakah naik bus, beliau jawab tidak. Ditanya sejenis Elf atau Hiace juga bukan. Baru ketika kami tanya apakah mobil pribadi atau mobil kecil, beliau menjawab iya," ujar salah satu petugas.

Berbekal petunjuk sederhana itulah, anggota kepolisian bergerak menyisir satu per satu kantong parkir yang tersebar di sekitar lokasi haul. Pengumuman melalui pengeras suara juga terus disampaikan secara berkala dengan harapan keluarga atau rombongan Mbah Ngarto mendengarnya.

Usaha tanpa lelah itu akhirnya membuahkan hasil. Di salah satu area parkir yang diperiksa terakhir, petugas menemukan kendaraan yang digunakan rombongan Mbah Ngarto. Keluarganya ternyata juga sedang diliputi kecemasan karena sang lansia tak kunjung kembali.

Momen haru pun tak terhindarkan ketika Mbah Ngarto akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarga dan rombongannya.

Ponidi, putra kandung Mbah Ngarto, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur saat melihat ayahnya kembali dalam keadaan sehat.

"Saya, Ponidi, atas nama keluarga dan anak kandung dari Bapak Ngarto, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi Gresik. Terima kasih sudah merawat, mencari, dan mempertemukan kembali orang tua kami dengan rombongan hingga bisa berkumpul lagi," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan bahwa apa yang dilakukan anggotanya merupakan bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Di samping melaksanakan tugas pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur acara haul, membantu sesama yang membutuhkan di lapangan merupakan kewajiban bagi setiap anggota Polri. Kami bersyukur Mbah Ngarto bisa kembali berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat walafiat," ujarnya.

Kisah Mbah Ngarto menjadi pengingat bahwa di balik padatnya pengamanan sebuah kegiatan besar, ada sentuhan kemanusiaan yang sering kali tak terlihat.

Kesigapan dan kepedulian personel Polres Gresik tidak hanya menjaga keamanan acara, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi ribuan jemaah yang datang dari berbagai daerah.

Bagi keluarga Mbah Ngarto, hari itu bukan sekadar perjalanan menghadiri haul. Hari itu menjadi momen ketika harapan yang sempat hilang berhasil ditemukan kembali.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow