Selaras Program Presiden, Universitas Brawijaya Gelar Pelatihan Excel Berbasis Generative AI

"Bapak dan Ibu guru belum terlalu menggunakan diagram untuk visualisasi data. Padahal visualisasi data itu sangat menarik dan sangat penting untuk menjelaskan suatu data agar bisa dibaca dengan mudah, interaktif, dan lebih informatif," ujar Meilina saat diwawancarai di sela-sela kegiatan di SD Keting, Sabtu (23/5/2026) siang.

24 May 2026 - 13:00
Selaras Program Presiden, Universitas Brawijaya Gelar Pelatihan Excel Berbasis Generative AI
Suasana pelatihan pengolahan dan visualisasi data berbasis Excel didukung Generative AI di SD Keting, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan oleh FMIPA UB ini digelar guna mendukung visi Presiden Prabowo dalam percepatan penguasaan AI di dunia pendidikan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Guna mendukung penuh program prioritas pemerintah pusat dalam percepatan digitalisasi dan peningkatan mutu pendidikan, tim pengabdian kepada masyarakat dari FMIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang bergerak nyata di daerah.

Langkah taktis ini diwujudkan melalui pelatihan pengolahan serta visualisasi data berbasis Microsoft Excel dengan memanfaatkan teknologi Generative Artificial Intelligence (Generative AI) bagi para tenaga pendidik sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Pelatihan tersebut dipusatkan di SD Keting pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi dunia akademis dalam mengimplementasikan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi masa depan, seperti coding dan Artificial Intelligence (AI) sejak dini, guna mencetak generasi emas.

Dosen Statistika Universitas Brawijaya, Meilina Retno Hapsari, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai terobosan inovatif untuk mempercepat digitalisasi administrasi di sekolah-sekolah daerah. Melalui pelatihan ini, guru-guru didorong untuk tidak lagi sekadar menggunakan fungsi dasar manual, melainkan beralih ke penyajian data berbasis digital yang interaktif.

"Bapak dan Ibu guru belum terlalu menggunakan diagram untuk visualisasi data. Padahal visualisasi data itu sangat menarik dan sangat penting untuk menjelaskan suatu data agar bisa dibaca dengan mudah, interaktif, dan lebih informatif," ujar Meilina saat diwawancarai di sela-sela kegiatan di SD Keting, Sabtu (23/5/2026) siang.

Meilina menambahkan, penguasaan generative AI seperti ChatGPT atau Gemini menjadi instrumen penting untuk membantu efisiensi kerja guru, sehingga waktu para pendidik bisa lebih optimal dialokasikan untuk mendidik siswa di kelas, sejalan dengan cita-cita efisiensi birokrasi pemerintah.

Meski sempat menemui beberapa kendala teknis selama praktik berlangsung, para peserta yang didampingi langsung oleh mahasiswa UB tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan materi. Meilina berharap, ilmu yang didapat dari pelatihan ini tidak berhenti di ruang acara, melainkan bisa disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain di wilayah Lamongan.

Sambutan baik dan antusiasme tinggi datang dari para peserta, salah satunya Findra, seorang guru kelas 5 dari SD Negeri Kembangan, Kecamatan Sekaran. Menurut Findra, kehadiran tim dari UB ke wilayah pelosok sangat membantu guru-guru di daerah untuk menyetarakan kualitas dengan wilayah perkotaan, sesuai dengan prinsip pemerataan pendidikan pemerintah.

"Manfaat dari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk guru, terlebih untuk guru daerah. Karena biasanya cuma bisa dari online, ya melihat dari YouTube dan lain-lain. Sehingga ketika ada pematerinya langsung, guru itu menjadi lebih paham dan sangat terbantu ketika ingin melakukan pendataan menggunakan Excel," ungkap Findra.

Ia mengakui, pelatihan ini sangat kontekstual dan menjawab kebutuhan mendesak di sekolah, terutama menjelang momen krusial akhir tahun ajaran.

"Apalagi habis ini kenaikan kelas, itu sangat bermanfaat. Jadi nanti pendataan tidak ribet atau tidak ada (data) yang ke mana-mana aja. Jadi enak, gitu," tuturnya sembari tersenyum.

Lebih lanjut, Findra menegaskan bahwa penerapan teknologi AI dalam administrasi sekolah ini merupakan bentuk dukungan konkret para guru di tingkat akar rumput terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo.

"Menurut saya selaras, karena Bapak Presiden menekankan untuk coding, artificial intelligence. Sedangkan kegiatan ini mendorong untuk pemanfaatan Excel dibantu dengan AI, sehingga guru juga semakin belajar AI dan banyak pengetahuan tentang AI," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow