Dukung Swasembada Pangan, Ahmad Baharudin Ajak Warga Ngepoh Kelola Lahan dengan Bijak
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menghadiri panen jagung di Desa Ngepoh. Ia menekankan pentingnya kerukunan warga selama proses legalitas lahan.
Tulungagung, (afederasi.com) – Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengajak masyarakat Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, untuk mengedepankan kerukunan di tengah upaya pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan. Pesan tersebut disampaikan Ahmad Baharudin saat menghadiri tasyakuran panen jagung bersama Pokmas Margo Mulyo, Minggu (17/5/2026)
Di atas lahan eks-HGU seluas 120 hektare, Ahmad Baharudin memberikan apresiasi terhadap semangat swasembada pangan yang ditunjukkan warga. Ia mengingatkan agar pengelolaan alam tetap dilakukan dengan bijak dan tidak menimbulkan perpecahan antarmasyarakat.
“Bumi diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kita harus hidup berdampingan dengan alam, saling memberi, dan jangan sampai merusak. Mari kita wujudkan kemandirian pangan, namun tetap dengan menjaga kedamaian di desa,” ujar Ahmad Baharudin.
Menanggapi proses hukum terkait status lahan yang sedang berjalan, Ahmad Baharudin meminta warga untuk tetap sportif. “Silakan proses hukum berjalan. Apapun hasilnya nanti, kita harus tetap sportif dan menerima keputusan tersebut dengan baik. Taati aturan pemerintah maupun norma agama,” tegasnya.
Ketua Pokmas Margo Mulyo, Agus Riyanto, menyambut positif dukungan dari pemerintah daerah. Ia berharap perhatian ini menjadi langkah awal menuju kepastian bagi para petani.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para tamu undangan. Kegiatan ini murni untuk mensukseskan program Bapak Presiden tentang ketahanan pangan. Kami berharap ada wadah yang jelas bagi perjuangan kami agar tujuan pengelolaan lahan ini benar-benar memberikan manfaat nyata,” ungkap Agus Riyanto.
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi IX, Nurhadi, menyatakan komitmennya untuk membantu mengawal aspirasi warga. Ia menekankan pentingnya menempuh jalur yang benar dalam setiap upaya pemanfaatan lahan.
“Kami bisa memfasilitasi dengan pihak mana saja yang berkaitan dengan permasalahan tanah. Saya berharap pengelola lahan di Desa Ngepoh segera mendapatkan status yang jelas dan hasil yang baik untuk warga. Namun ingat, jangan sampai kita sekalipun menyakiti atau merugikan orang lain dalam prosesnya,” tutur Nurhadi.
Kegiatan tasyakuran tersebut ditutup dengan prosesi panen jagung bersama. Ahmad Baharudin berharap semangat swasembada pangan yang ditunjukkan warga Desa Ngepoh dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi lahan tidur di Kabupaten Tulungagung.(dn)
What's Your Reaction?



