Cegah Eksploitasi, Syah Natanegara Minta Anak Trenggalek Bijak Pilih Teman Curhat

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, memperingatkan anak-anak agar tidak asal curhat di media sosial karena rentan dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab. Ia juga mendorong orang tua untuk lebih mendekatkan diri dengan anak.

08 Jul 2026 - 18:53
Cegah Eksploitasi, Syah Natanegara Minta Anak Trenggalek Bijak Pilih Teman Curhat
Wakil Bupati Syah Muhamad Natanegara saat memberikan sambutan (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, memberikan pesan penting kepada para generasi muda terkait keamanan diri di ruang digital. Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Anak Sedunia yang mengusung tema edukasi pencegahan kekerasan anak di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (8/7/2026).

​Dalam arahannya, Wabup Syah menyoroti tren anak muda yang kerap mencurahkan isi hati atau masalah pribadi di media sosial. Ia menegaskan bahwa kebiasaan tersebut sangat berisiko karena dapat memancing pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak eksploitasi.

​"Banyak orang tidak bertanggung jawab mengintai mereka melalui curhatan tersebut. Mereka seolah-olah berempati, bahkan memuji, namun sebenarnya sedang mencari celah untuk memanfaatkan masalah yang dihadapi anak," ujar Syah.

​Syah menambahkan, anak-anak sering kali melupakan sosok orang tua yang telah merawat mereka dengan tulus karena perselisihan sepele. Akibatnya, anak justru lebih menyanjung perhatian orang asing yang baru mereka kenal.

​"Saya berpesan agar anak-anak tidak salah pilih tempat curhat. Ingat, kasih sayang dan ketulusan orang tua jauh lebih besar dan tidak terhitung jumlahnya," tegasnya.

​Selain menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga, Syah juga menyoroti fenomena "jarak" antara orang tua dan anak akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Ia mengimbau para orang tua agar meluangkan waktu minimal 30 menit sehari untuk berinteraksi langsung dengan anak.

​"Fenomena hari ini menunjukkan banyak orang tua dan anak terpisah oleh gadget. Saya berharap orang tua mau mendekat dan meluangkan waktu bagi anaknya, bukan justru menyerahkan pengawasan anak sepenuhnya kepada gawai," tutur Syah.

​Dalam kesempatan yang sama, Wabup Syah turut meresmikan tempat bermain anak yang ramah bagi penyandang disabilitas. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Trenggalek.

​Pihaknya optimistis, melalui pendekatan yang tepat, anak-anak Trenggalek dapat tumbuh menjadi generasi berprestasi. "Mereka adalah calon penerus pembangunan yang akan membawa nama baik daerah di masa depan," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow