Ribuan Petani Gagal Panen di Gresik Dapat Bantuan, Bupati Yani Siapkan Mitigasi Jangka Panjang
""Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban panjenengan semua. Bantuan ini kami salurkan berdasarkan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak. Harapan kami, Gresik ke depan semakin terbebas dari banjir dan kekeringan, sehingga para petani dapat kembali panen dengan lancar, hasilnya meningkat, dan semakin sejahtera, apalagi harga gabah saat ini juga sedang baik," ujarnya.
Gresik, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat merespons dampak kekeringan yang memicu gagal panen (puso) di sejumlah wilayah. Sebanyak 1.177 petani terdampak menerima bantuan sosial yang disalurkan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di Pendopo Kecamatan Cerme, Rabu (08/07/2026).
Bantuan yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik itu merupakan tindak lanjut dari penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak.
Gus Yani sapaan akrab Bupati menegaskan, pemerintah daerah tidak akan membiarkan para petani menghadapi dampak kekeringan sendirian. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat bagi petani untuk kembali bangkit.
"Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban panjenengan semua. Bantuan ini kami salurkan berdasarkan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak. Harapan kami, Gresik ke depan semakin terbebas dari banjir dan kekeringan, sehingga para petani dapat kembali panen dengan lancar, hasilnya meningkat, dan semakin sejahtera, apalagi harga gabah saat ini juga sedang baik," ujarnya.
Gus Yani menyebut sektor pertanian merupakan salah satu penyangga utama perekonomian Kabupaten Gresik. Karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan kepada petani di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.
Mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya ketersediaan air di waduk, sungai, dan sumur, serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Data Pemerintah Kabupaten Gresik mencatat sedikitnya 56 desa di 11 kecamatan masuk wilayah berpotensi mengalami kekeringan sepanjang 2026. Kondisi tersebut menjadi dasar diterbitkannya Keputusan Bupati Gresik Nomor 300.2.1/284/HK/437.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan.
Bantuan sosial diberikan kepada 1.177 petani berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) oleh Dinas Pertanian. Rinciannya, 1.013 petani di Kecamatan Cerme, 135 petani di Kecamatan Duduksampeyan, dan 29 petani di Kecamatan Benjeng.
Khusus di Kecamatan Cerme, penerima bantuan berasal dari Desa Morowudi, Sukoanyar, Dadapkuning, Ngembung, Guranganyar, Pandu, dan Cagakagung.
Selain bantuan sosial, Gus Yani juga menginstruksikan BPBD bersama Dinas Pertanian untuk memperkuat langkah mitigasi jangka panjang. Upaya tersebut meliputi normalisasi embung, pembangunan jaringan irigasi yang lebih adaptif, penggunaan benih tahan kekeringan, hingga penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
"Penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial. Kita harus membangun sistem yang lebih tangguh agar petani Gresik tetap mampu berproduksi meski menghadapi anomali cuaca," tegasnya.
Salah seorang penerima bantuan, Wati, petani asal Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti setelah gagal panen akibat kemarau panjang.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari kami. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah peduli dengan kondisi kami para petani," tuturnya.(frd)
What's Your Reaction?

