Waspada! Serangan Xanthomonas.sp Ancam Produksi Padi
Jombang, (afederasi.com) – Petani padi di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, siaga tinggi. Memasuki Musim Tanam Padi MP1 2026, penyakit Xanthomonas.sp (kresek) dilaporkan mulai menyerang pertanaman, khususnya pada Tanaman padi yang varietas Galur yang banyak ditanam oleh petani di wilayah tersebut.
Heri santoso, salah satu petani mengungkapkan mulai terdapat serangan kresek pada tanaman padinya, karena cuaca dalam beberapa hari mendung akibatnya serangan kresek mulai muncul.
" Usaha yang dilakukan petani dalam pencegahan penyebaran penyakit kresek salah satunya dengan penyemprotan obat bakterisida secara rutin, " terangnya.
Heri mengatakan saat ini petani menyadari karena terlalu kebanyakan penggunaan pupuk yang kandungan Nitrogen tinggi sehingga tanaman padi ini retan sekali terserang jamur dan bakteri juga jarak tanam yg terlalu rapat.
" Dengan mulai adanya serangan kresek petani takut kalo nanti produktivitas padinya menurun.
Harapan petani adanya gerakan penyemprotan massal untuk mencegah penyebaran penyakit kresek, " ungkapnya.
Sementara itu Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Plandaan, Yus Ardi Baskoro, mengonfirmasi temuan serangan penyakit yang menyerang daun padi ini pada Jumat (30/01/2026).
Dari total areal tanam padi seluas 2.174,73 hektare di musim MP1 ini, Yus Ardi menyebut mayoritas petani menggunakan varietas padi galur. Sayangnya, varietas ini masih berstatus belum memiliki izin resmi dari Kementerian Pertanian (Kementan).
"Varietas galur sepertinya sangat rentan terserang bakteri Xanthomonas.sp. Daun benderanya banyak yang sudah terkena," jelas Yus Ardi saat ditemui media afederasi.com di areal persawahan Desa Puri Semanding, Jumat (30/01/2026).
Pihak penyuluh telah melakukan antisipasi dengan memberikan edukasi kepada petani. Berikut poin-poin penting rekomendasinya:
Ganti dengan Varietas yang sudah bersetifikat dan benih yang sesuai dengan wilayah setempat
Aplikasi Fungisida Secara Intensif: Untuk tanaman yang sudah terserang, penyemprotan fungisida harus dilakukan setidaknya 2 kali dalam seminggu.
Waspada Dampak pada Hasil: Serangan pada daun bendera sangat kritis karena mengurangi kemampuan tanaman menyerap pupuk. "Jika terserang, produksi pasti akan menurun," tegas Yus Ardi.
Selain Xanthomonas.sp, hama tikus masih menjadi ancaman utama di Kecamatan Plandaan. Dari sisi produktivitas, lahan dengan irigasi teknis bisa menghasilkan 7 sampai 8 ton/ha. Sementara sawah tadah hujan maksimal hanya 6,5 - 7 ton/ha.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menggunakan benih bersertifikat dan pengendalian hama penyakit sejak dini untuk menjaga stok pangan nasional.
Petani diimbau untuk segera berkonsultasi dengan PPL terdekat jika menemukan gejala serupa di lahannya.(san)
What's Your Reaction?



