Kisah Inspiratif Sutaji (66), Penjual Kerupuk Keliling Jombang Raih Mimpi Haji dengan Kayuhan Sepeda
Jombang, (afederasi.com) – Setiap pagi, sepulang menunaikan salat Subuh berjamaah, Sutaji (66) dengan tekun mengayuh sepeda ontel tuanya menyusuri jalan-jalan di Jombang. Di belakang sepedanya, dua keranjang besar berisi kerupuk menjadi saksi perjuangan puluhan tahun pria asal Dusun Budug, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan ini untuk mewujudkan mimpi besarnya untuk menunaikan ibadah haji.
Sudah lebih dari lima dekade, sejak tahun 1970, Sutaji setia menggeluti profesi sebagai penjual kerupuk keliling. Tanpa etalase mewah atau kendaraan bermotor, hanya mengandalkan sepeda pancal dan ketekunan, ia menjajakan kerupuk dari warung ke warung.
“Sejak awal menikah (awal 1980-an), saya sudah berniat. Kalau Allah kasih rezeki, ingin sekali ke Tanah Suci,” kenang Sutaji tentang impian yang ia dan istrinya, Siti Hana (62),kepada media afederasi.com, Minggu (01/02/2026).
Rutinitasnya tak banyak berubah. Sekitar pukul 06.00 WIB, ia mulai menyusuri daerah Mancar, Peterongan, hingga Mojongapit, Jombang, menjual sekitar 5 kilogram kerupuk setiap hari. Pada era 1980-an, penghasilannya hanya sekitar seribu rupiah per hari. Namun, dengan disiplin luar biasa, ia selalu menyisihkan dua ratus rupiah untuk ditabung.
Prinsip hidupnya sederhana namun kuat: “Yang penting itu niat dan bisa menahan diri. Jangan boros. Kebutuhan yang utama, sisanya ditabung.”
Perjalanan waktu membawa perubahan. Di tahun 2026 ini, penghasilannya mencapai sekitar seratus ribu rupiah per hari. Separuh untuk kebutuhan, separuh lagi ia tabung dengan niat yang tak pernah luntur.
Kesabaran panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Sang istri mendaftar haji pada 2012, dan Sutaji menyusul tujuh tahun kemudian, di tahun 2019. Kini, pasangan ini resmi tercatat sebagai calon jemaah haji Kabupaten Jombang yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026.
Sutaji tidak pernah mengumbar mimpinya. Ia memilih jalan diam, bekerja keras, dan berdoa. Kepada rekan-rekan sesama pedagang, ia hanya meminta restu.
“Teman-teman saya cuma bilang, semoga lancar berangkat dan pulang. Itu sudah cukup,” ujarnya dengan haru.
Kisah hidup Sutaji, penjual kerupuk keliling Jombang, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih mimpi. Perjuangan, disiplin menabung, dan niat tulus telah mengantarnya dari kayuhan sepeda di gang-gang desa menuju panggilan Ilahi di Tanah Suci.
“Saya hanya bisa mendoakan yang lain. Siapa pun yang punya niat baik, semoga Allah SWT mudahkan jalannya,” tutupnya dengan penuh syukur. (san)
What's Your Reaction?



