Perluas Akses Pendidikan Anak Rentan, SRMA 37 Gresik Siap Bertransformasi Jadi Sekolah Rakyat Terintegrasi

04 Feb 2026 - 20:40
Perluas Akses Pendidikan Anak Rentan, SRMA 37 Gresik Siap Bertransformasi Jadi Sekolah Rakyat Terintegrasi
Suasana kegiatan belajar mengajar SRMA 37 Sidayu Gresik yang terus dimatangkan untuk perubahan status menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi. (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Gresik terus mematangkan rencana pengembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Gresik. Program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari kelompok rentan.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah perubahan status Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berada di Kecamatan Sidayu. Nantinya, sekolah tersebut akan berkembang menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa perubahan status ini merupakan bagian dari pengembangan konsep Sekolah Rakyat agar layanan pendidikan dapat diberikan secara lebih menyeluruh.

“Karena nantinya statusnya menjadi sekolah terintegrasi, maka SRMA 37 akan berubah menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi. Saat ini masih Sekolah Rakyat Menengah Atas karena baru ada jenjang SMA. Ke depan rencananya akan ada jenjang SD, SMP, dan SMA,” ujarnya, Rabu (04/02/2026).

Rangga menyebut, penerapan Sekolah Rakyat Terintegrasi ditargetkan mulai berjalan tahun ini, dengan catatan pembangunan gedung baru telah rampung. Jika pembangunan selesai, proses rekrutmen peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan akan segera dilakukan.

“Kalau bangunannya sudah selesai, langsung dilakukan rekrutmen siswa. Namun jika belum, kami menunggu keputusan dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Gresik,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika) dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. 

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar SRMA 37 Gresik masih dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sidayu.

Rangga menegaskan, pendekatan pendidikan di Sekolah Rakyat memiliki perbedaan dengan sekolah pada umumnya. 

Fokus utama tidak hanya pada capaian akademik, tetapi lebih pada pemulihan kesehatan, peningkatan kedisiplinan, serta pembentukan karakter siswa.

“Kami tidak menargetkan capaian akademik tinggi terlebih dahulu. Yang kami bangun adalah kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan karakter,” katanya.

Pada awal masa tinggal di asrama, contoh Rangga, banyak siswa mengalami gangguan kesehatan dan harus rutin berobat ke puskesmas. Namun setelah penerapan pola hidup sehat dan teratur, kondisi kesehatan siswa menunjukkan peningkatan signifikan.

“Berat badan siswa yang sebelumnya rendah kini rata-rata naik sekitar 5 sampai 6 kilogram. Kedisiplinan juga meningkat. Anak-anak yang sebelumnya tidak terbiasa bangun pagi, sekarang sudah terbiasa. Ini progres yang sangat kami syukuri,” tambahnya.

Saat ini, SRMA 37 Gresik yang diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada 4 Agustus 2025 memiliki 75 siswa, terdiri dari 31 siswa laki-laki dan 44 siswa perempuan.

Untuk mendukung proses pendidikan, sekolah ini diperkuat oleh 18 tenaga pendidik termasuk kepala sekolah, serta 10 wali asuh yang mendampingi siswa selama tinggal di asrama.

“Untuk kebutuhan guru di jenjang SMA saat ini sudah terpenuhi. Bahkan kami juga memiliki dua guru yang mengampu pembelajaran informatika, outing class, dan kecerdasan artifisial,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow