Rayakan HUT Ke-5 Etnura, Batik Lamongan Pukau Panggung Etnura Fashion Festival 2026
Lamongan, (afederasi.com) – Pesona wastra khas Kabupaten Lamongan kembali mencuri perhatian di panggung mode bergengsi. Dekranasda Kabupaten Lamongan turut memeriahkan perhelatan Etnura Fashion Festival 2026 yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, pada Jumat (6/2/2026).
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Etnik Nusantara (Etnura) ini menjadi ajang pembuktian eksistensi Batik Khas Lamongan (BKL) di level nasional.
Dalam gelaran tersebut, sebanyak delapan koleksi baju batik ditampilkan oleh para model. Karya-karya tersebut merupakan hasil kolaborasi apik antara perajin lokal kenamaan Lamongan, Soejono dan Bani Yasit, dengan sentuhan tangan kreatif desainer dari Etnura Indonesia.
Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, tampil memukau dengan mengenakan batik motif Junjung Derajat. Sedangkan Ketua GOW Lamongan, Cana Dirham Akbar Aksara, tampil anggun mengenakan batik motif Kepetan, yang menambah keberagaman corak khas Kota Soto di atas catwalk.
Sementara itu, Ketua DWP Lamongan, Puji Dariani Nalikan, mengenakan baju batik dengan motif Sekar Arume Wengi yang memancarkan kesan anggun dan harmoni.
Keikutsertaan Lamongan dalam ajang ini bukan sekadar seremonial. Ada misi besar untuk membawa produk UMKM, khususnya kerajinan batik, agar lebih dikenal luas hingga ke mancanegara.
Ketua Dekranasda Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa konsistensi dalam mengikuti ajang fashion tingkat nasional adalah kunci untuk memperluas jejaring pasar dan meningkatkan nilai jual batik lokal.
"Kami berharap dengan mengikuti fashion festival tingkat nasional seperti ini, kerajinan Batik Lamongan semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional tapi hingga ke dunia luar atau pasar internasional," ujar Anis Kartikawati di sela-sela acara.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara perajin dan desainer profesional menjadi langkah strategis agar motif tradisional tetap relevan dengan tren mode modern.
"Potensi pengrajin kita seperti Soejono dan Bani Yasit sangat luar biasa. Tugas kami di Dekranasda adalah terus memfasilitasi agar karya-karya ini mendapat panggung yang layak," pungkasnya.
Acara Etnura Fashion Festival 2026 ini pun diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pelaku industri kreatif di Lamongan untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas kearifan lokal. (yan)
What's Your Reaction?



