Dari Tebu ke Energi Bersih PT SGN dan Pertamina NRE Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

06 Feb 2026 - 17:38
Dari Tebu ke Energi Bersih PT SGN dan Pertamina NRE Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani (tengah) didampingi jajaran PT Pertamina NRE dan PT SGN saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik bioetanol. (Sahroni/afederasi.com)

Banyuwangi, (afederasi.com) - PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan PT Perkebunan Nusantara III melalui subholding PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memulai salah satu proyek hilirasi strategis pembangunan pabrik bioetanol di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

Pabrik bioetanol ini memiliki kapasitas 30.000 kililiter pertahun dan menjadi bagian dari penguatan industri energi baru dan terbarukan berbasis komoditas dalam negeri, khususnya tebu.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, mengatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung pasokan bahan baku bioetanol berupa molases. Untuk kapasitas produksi sekitar 100 kiloliter per hari, kebutuhan molases diperkirakan mencapai 120 ribu ton per tahun.

“Saat ini produksi molases SGN mendekati 700 ribu ton per tahun yang berasal dari lima pabrik gula SGN di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Dengan ketersediaan tersebut, pasokan bahan baku dinilai mencukupi untuk mendukung operasional pabrik bioetanol secara berkelanjutan,” ujar Mahmudi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap pembangunan pabrik bioetanol tersebut. Ia menilai proyek ini berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik pembangunan pabrik bioetanol ini. Kami berharap pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab dan mampu melibatkan masyarakat lokal sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas,” kata Ipuk.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono menjelaskan, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal pengembangan bioetanol karena memiliki dukungan sumber daya yang memadai. Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare.

Menurut Agung, pengembangan bioetanol diharapkan dapat memperkuat bauran energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik. Ke depan, hasil produksi bioetanol akan disalurkan melalui jaringan distribusi Pertamina Patra Niaga.

“Kami melihat bioetanol sebagai bagian penting dari transisi energi nasional. Proyek ini merupakan kolaborasi strategis antara Pertamina, PTPN, dan SGN dalam memperkuat ekosistem energi bersih nasional,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menambahkan bahwa keterlibatan SGN dalam proyek ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program hilirisasi berbasis tebu, sekaligus memperluas peran industri gula dalam ekosistem energi terbarukan nasional.

“Kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan produk turunan tebu secara lebih optimal dan berkelanjutan,” ungkap Yunianta.

Pembangunan pabrik bioetanol di Banyuwangi merupakan bagian dari enam proyek hilirisasi nasional yang dijalankan Danantara, mencakup sektor energi, pertanian, pangan, dan mineral. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas strategis nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. (ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow