Serangan Udara Militer Israel di Gaza Memaksa Ribuan Warga Sipil Mengungsi dan Menewaskan Puluhan Orang

Serangan udara yang dilakukan oleh Militer Israel di Kawasan Gaza Utara pada hari Rabu (8/11/2023) telah memaksa ribuan warga sipil Palestina untuk mengungsi mencari tempat perlindungan.

09 Nov 2023 - 12:28
Serangan Udara Militer Israel di Gaza Memaksa Ribuan Warga Sipil Mengungsi dan Menewaskan Puluhan Orang
Foto kombo kombinasi gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technology pada tanggal 1 November 2023, menunjukkan (kiri) gambaran kamp pengungsi Jabalia pada tanggal 31 Oktober 2023 sebelum dan sesudah serangan Israel. [Handout / Citra satelit ©2023 Maxar Technologies / AFP]

Gaza, (afederasi.com) - Serangan udara yang dilakukan oleh Militer Israel di Kawasan Gaza Utara pada hari Rabu (8/11/2023) telah memaksa ribuan warga sipil Palestina untuk mengungsi mencari tempat perlindungan.

Pihak Israel telah memerintahkan warga sipil untuk meninggalkan wilayah Utara Gaza, menyebabkan eksodus massal. Keterangan dari pejabat kesehatan Palestina melaporkan bahwa serangan tersebut telah mengenai rumah-rumah di kamp pengungsi Nusseirat, menewaskan 18 orang.

Di Khan Younis, Gaza, situasinya juga tidak lebih baik. Enam warga tewas, termasuk seorang gadis muda, akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel. Seorang saksi mata, Mohammed Abu Daqa, menggambarkan momen mengerikan tersebut.

"Kami sedang duduk dengan damai ketika tiba-tiba serangan udara F16 mendarat di sebuah rumah dan meledakkannya, seluruh blok, tiga rumah bersebelahan," katanya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Akibat serangan udara ini, banyak warga sipil terjebak di bawah reruntuhan bangunan. "Warga sipil, semuanya warga sipil. Seorang wanita tua, seorang pria tua, dan masih banyak lagi yang hilang di bawah reruntuhan," tambahnya.

Sementara itu, Militer Israel, melalui Juru Bicara Laksamana Daniel Hagari, menyatakan bahwa serangan udara tersebut bertujuan untuk menghancurkan jaringan terowongan Hamas yang ada di wilayah bawah tanah Gaza. Israel mengklaim telah berhasil menghancurkan 130 terowongan di kawasan tersebut.

Serangan udara juga diklaim telah menewaskan Mahsein Abu Zina, seorang pembuat senjata Hamas, bersama beberapa pejuang lainnya. Namun, pertempuran ini tidak berjalan mulus bagi Israel, karena tank-tank mereka terus mendapatkan perlawanan sengit dari pejuang Hamas yang menggunakan terowongan bawah tanah untuk penyergapan. Pihak Israel melaporkan bahwa 33 tentaranya tewas dalam pertempuran tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah mendesak Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, untuk menghentikan pertempuran demi alasan kemanusiaan pada Selasa lalu.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow