Dindik Pacitan Sebut Media Sosial Kini Jadi Pilar Keempat Pendidikan
Pacitan, (afederasi.com) - Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan menyebut media sosial kini menjadi pilar keempat dalam dunia pendidikan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pengaruh media sosial dinilai semakin besar terhadap pembentukan karakter dan perilaku peserta didik sehingga perlu mendapat perhatian bersama.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dindik Pacitan, Wahyono, mengatakan pendidikan tidak lagi hanya bertumpu pada sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses tumbuh kembang anak.
"Kalau dulu pilar pendidikan itu ada tiga, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sekarang media sosial menjadi pilar keempat karena menjadi penyangga yang kuat terhadap keberhasilan pendidikan," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan.
Sebab, peserta didik saat ini tidak hanya belajar dari guru maupun orang tua, tetapi juga memperoleh banyak informasi dan membentuk pola pikir melalui media sosial.
Karena itu, penggunaan media sosial harus diarahkan pada hal-hal yang positif.
Pendampingan dari guru maupun orang tua dinilai menjadi kunci agar anak mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar dan pengembangan diri, bukan justru terpengaruh konten negatif.
"Di era sekarang bermedia sosial sudah menjadi kebutuhan. Yang harus dilakukan adalah mengarahkan anak-anak agar memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif," katanya.
Selain memperkuat pendidikan karakter di era digital, Dindik Pacitan juga terus mengingatkan seluruh sekolah untuk meminimalkan berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
Wahyono mengatakan pengawasan dilakukan melalui kepala sekolah, pengawas, hingga guru agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Kami terus mengimbau agar perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya di sekolah bisa ditekan semaksimal mungkin. Alhamdulillah kondisinya terus membaik dan kami berharap ke depan semakin minimal," tambahnya.
Di sisi lain, Dindik juga terus mendorong sekolah dasar negeri melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Upaya tersebut dinilai berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.
Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah peserta didik baru di SD negeri Kabupaten Pacitan tercatat bertambah 99 siswa atau sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Wahyono, peningkatan itu menjadi sinyal positif bahwa kualitas pendidikan dasar di sekolah negeri terus mendapat kepercayaan dari masyarakat. (fer)
What's Your Reaction?

