Dokter RSUD Jombang Jelaskan Penanganan Gigi yang Tepat, " Tidak Semua Gigi Berlubang Harus Dicabut"

14 Jul 2026 - 11:06
Dokter RSUD Jombang Jelaskan Penanganan Gigi yang Tepat, " Tidak Semua Gigi Berlubang Harus Dicabut"
Program dialog interaktif Humas Menyapa RSUD Jombang dengan narasumber dokter spesialis konservasi gigi RSUD Jombang, drg. Safa Pramata Andriyanti, Sp.KG, Senin (13/7/2026).(Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Masih banyak masyarakat yang menganggap gigi berlubang harus selalu dicabut ketika mulai terasa nyeri. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Penanganan gigi berlubang harus disesuaikan dengan tingkat kerusakan setelah melalui pemeriksaan dokter gigi secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan dokter spesialis konservasi gigi RSUD Jombang, drg. Safa Pramata Andriyanti, Sp.KG, dalam dialog interaktif "Humas RSUD Jombang Menyapa", Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa tidak semua gigi berlubang harus dicabut karena masih banyak kasus yang dapat dipertahankan melalui perawatan yang tepat.

Menurut drg. Safa, gigi terdiri dari beberapa lapisan, yakni email, dentin, dan pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah. Jika lubang masih berada pada lapisan email atau dentin, umumnya gigi masih dapat ditambal tanpa perlu tindakan pencabutan.

Namun apabila kerusakan telah mencapai saraf (pulpa), pasien biasanya memerlukan perawatan saluran akar (endodontik) sebelum dilakukan penambalan atau restorasi gigi.

Perawatan ini bertujuan membersihkan infeksi bakteri pada jaringan saraf gigi yang sudah mati atau meradang.

"Jangan langsung menyimpulkan gigi harus ditambal atau dicabut. Semua harus diperiksa terlebih dahulu karena kondisi setiap pasien berbeda," tegasnya.

Bahaya Jika Infeksi Saraf Gigi Tidak Ditangani

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika infeksi pada saraf gigi tidak ditangani, bakteri dapat menyebar hingga menyebabkan pembengkakan, abses (kantong nanah), bahkan infeksi yang lebih luas di sekitar gigi dan rahang. Kondisi ini tentu lebih berbahaya dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

drg. Safa menegaskan, masyarakat tidak dianjurkan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan rasa sakit atau tidak sakit pada gigi. Pemeriksaan klinis oleh dokter gigi, bahkan foto rontgen (radiografi) bila diperlukan, menjadi langkah penting untuk mengetahui tingkat keparahan kerusakan sehingga dokter dapat menentukan terapi yang paling sesuai.

RSUD Jombang Hadirkan Layanan Perawatan Saluran Akar

RSUD Jombang kini juga telah menyediakan layanan khusus perawatan saluran akar melalui Poli Endodonti atau Poli Konservasi Gigi.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh penanganan yang lebih komprehensif tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

Dengan adanya layanan ini, pasien dengan gigi berlubang yang sudah mencapai saraf tidak perlu khawatir karena masih memiliki peluang untuk mempertahankan gigi aslinya dengan perawatan yang tepat.

Tips Mencegah Gigi Berlubang dari Dokter RSUD Jombang

Di akhir dialog, drg. Safa mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut dengan langkah-langkah sederhana namun efektif:

1. Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan teknik yang benar (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur)

2. Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) karena sikat gigi tidak mampu menjangkau area tersebut.Memeriksakan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali meskipun tidak merasakan keluhan

"Semakin cepat gigi berlubang diketahui, semakin besar peluang gigi dapat dipertahankan dan terhindar dari tindakan yang lebih kompleks. Jangan menunggu hingga rasa sakit menjadi semakin parah untuk memeriksakan diri ke dokter gigi," pungkasnya.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi takut berobat ke dokter gigi dan dapat menjaga kesehatan gigi serta mulutnya dengan lebih baik. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow