Diterjang Gelombang Pasang, Tujuh Rumah Warga di Pesisir Situbondo Rusak Berat

Gelombang pasang dan abrasi menghantam pesisir Desa Landangan, Situbondo, menyebabkan tujuh rumah warga mengalami kerusakan. BPBD tengah melakukan asesmen dan penyaluran bantuan bagi korban.

15 Jul 2026 - 14:13
Diterjang Gelombang Pasang, Tujuh Rumah Warga di Pesisir Situbondo Rusak Berat
Salah satu rumah roboh akibat banjir rob di Kecamatan Kapongan (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Cuaca ekstrem yang memicu gelombang pasang, banjir rob, dan angin kencang menerjang pesisir Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Akibat peristiwa ini, tujuh rumah warga di Dusun Laok Bindung dan Dusun Pesisir mengalami kerusakan parah hingga roboh.

​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) tersebut. Meski demikian, kerugian materiil warga ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

​Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan dan mendata kebutuhan warga.

​"Begitu menerima laporan, petugas segera turun ke lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atau luka. Saat ini kami sedang melakukan kajian kebutuhan pascabencana sebagai dasar penanganan lebih lanjut dan menyiapkan bantuan logistik," ujar Puriyono.

​Di Dusun Laok Bindung, tercatat empat rumah rusak, yakni milik Misroto dengan kerusakan sedang, serta milik Suryana, Muhammad Nastain, dan Suhatina yang mengalami kerusakan berat. Sementara di Dusun Pesisir, tiga rumah milik Alwi, Suli, dan Risnawati juga terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi. Secara total, terdapat empat rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan.

​Suhatina, salah seorang warga yang rumahnya roboh, mengaku kondisi ini dipicu oleh terjangan gelombang tinggi selama tiga hari terakhir. Air laut yang pasang tanpa penghalang atau tangkis laut langsung menghantam pondasi belakang rumahnya hingga ambruk total.

​"Airnya menabrak bagian belakang rumah. Sekarang sudah habis total bagian belakang saya," keluh Suhatina.

​Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi permanen agar banjir rob tidak terus mengancam pemukiman mereka di masa depan. Menanggapi hal tersebut, Puriyono mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

​"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Penanganan akan kami lakukan secara cepat dan tepat," pungkasnya.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow