Belum Ada Kelangkaan BBM di Lamongan, Ahmad Labib Ingatkan Warga tak Panic Buying

"Secara spesifik saya belum mendapatkan laporan kelangkaan BBM di Lamongan. Namun kita tetap perlu waspada karena sekitar 19 persen impor minyak kita melewati Selat Hormuz,” ujar Ahmad Labib, Senin (9/3/2026).

09 Mar 2026 - 16:12
Belum Ada Kelangkaan BBM di Lamongan, Ahmad Labib Ingatkan Warga tak Panic Buying
Ahmad Labib Anggota DPR R. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Anggota DPR RI, Ahmad Labib, angkat bicara menanggapi isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai meresahkan masyarakat. Legislator asal Dapil Jawa Timur X ini menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan valid mengenai kelangkaan BBM, khususnya di wilayah Kabupaten Lamongan. Labib meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing melakukan aksi borong atau panic buying menjelang momentum Hari Raya.

Meski kondisi domestik terpantau stabil, Labib mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dinamika geopolitik global. Konflik antara Iran dan Israel yang kian memanas dikhawatirkan dapat mengganggu jalur distribusi energi dunia.

Ia menyoroti ketergantungan Indonesia pada Selat Hormuz sebagai jalur logistik minyak mentah yang sangat krusial.

“Secara spesifik saya belum mendapatkan laporan kelangkaan BBM di Lamongan. Namun kita tetap perlu waspada karena sekitar 19 persen impor minyak kita melewati Selat Hormuz,” ujar Ahmad Labib, Senin (9/3/2026).

Menghadapi potensi hambatan tersebut, Labib menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Salah satunya adalah jalur diplomasi dengan pemerintah Iran guna memastikan keamanan kapal-kapal pengangkut minyak menuju Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah kini mulai melakukan diversifikasi sumber impor untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah.

“Pemerintah juga sedang menjajaki sumber impor dari negara lain di luar Timur Tengah. Salah satu alternatifnya dari Amerika Serikat. Ini bagian dari upaya agar kita tidak terlalu bergantung pada satu sumber saja,” jelasnya.

Di sisi internal, evaluasi terhadap penggunaan BBM bersubsidi terus dilakukan agar lebih tepat sasaran. Labib menekankan pentingnya efisiensi konsumsi energi di dalam negeri sembari mendorong peningkatan produksi minyak nasional (lifting) untuk mengejar target swasembada energi.

Mengenai harga, masyarakat bisa sedikit bernapas lega. Hingga saat ini, belum ada sinyal dari pemerintah untuk menaikkan harga jual BBM kepada masyarakat.

“Kalau harga internasional memang ada koreksi, tapi sejauh ini saya belum mendengar ada rencana evaluasi harga BBM dalam waktu dekat, terutama yang non-subsidi,” pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow