Cegah Penyebaran LGBT, Kemenag Lamongan Gencarkan Edukasi

"Kami sangat mendukung juga dari kebijakan atau fatwa MUI bahwasanya LGBT ini perilaku menyimpang, dosa besar, dan haram," tegas Mohammad Muhlisin Mufa saat dikonfirmasi. Selasa, (7/7/2026) pagi.

07 Jul 2026 - 10:04
Cegah Penyebaran LGBT, Kemenag Lamongan Gencarkan Edukasi
Kantor Kemenag Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 mengenai kebijakan umum, termasuk di antaranya upaya dalam mengantisipasi penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di tengah masyarakat. Selasa, (7/7/2026). Langkah ini diambil demi menjaga moralitas bangsa dan memperkuat benteng keagamaan, khususnya di wilayah Kabupaten Lamongan.

Kepala Kantor Kemenag Lamongan, Mohammad Muhlisin Mufa, menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan pandangan keagamaan yang berlaku di Indonesia. Pihaknya mendukung penuh fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai keharaman perilaku tersebut.

"Kami sangat mendukung juga dari kebijakan atau fatwa MUI bahwasanya LGBT ini perilaku menyimpang, dosa besar, dan haram," tegas Mohammad Muhlisin Mufa saat dikonfirmasi. Selasa, (7/7/2026) pagi.

Sebagai bentuk tindakan konkret di lapangan, Kemenag Lamongan kini tengah menggulirkan program edukasi dan sosialisasi pencegahan secara masif. Upaya ini dilakukan dengan merangkul berbagai elemen strategis, mulai dari tokoh lintas agama hingga institusi pendidikan.

"Maka dari Kementerian Agama, ini mengedukasi terkait dengan pencegahan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama, juga mengedukasi pada lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama," jelasnya.

Tidak berhenti di situ, lini terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yakni para penyuluh agama, turut dikerahkan secara total untuk memberikan pemahaman secara humanis namun tegas di seluruh penjuru daerah.

"Kemudian edukasi melalui penyuluh-penyuluh kami se-Kabupaten Lamongan. Semoga dengan edukasi ini, LGBT di Kabupaten Lamongan ini bisa kita bendung dan tidak menyebar lagi," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow