Terkapar Bersimbah Darah di Jalan, Pria 27 Tahun di Gresik Diduga Jadi Korban Pengeroyokkan

"Ketika saksi datang, korban sudah tergeletak dengan kondisi berlumuran darah dan diteriaki maling,” ujar Kapolsek Driyorejo, Kompol Gatot Setyo Budi, Senin (06/07/2026).

07 Jul 2026 - 06:53
Terkapar Bersimbah Darah di Jalan, Pria 27 Tahun di Gresik Diduga Jadi Korban Pengeroyokkan
Petugas saat mengevaluasi korban yang diduga korban pengeroyokan dr jalan Driyorejo Gresik(Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Seorang pemuda ditemukan terkapar bersimbah darah di Jalan Raya Driyorejo, Kabupaten Gresik, Sabtu (04/97/2026) malam. Korban yang sempat diteriaki "maling" oleh sejumlah orang itu diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh lebih dari satu pelaku.

Korban diketahui bernama Rachmad Ragil Maryantono (27), warga Perumahan Griya Kencana, Desa Mojosarorejo, Kecamatan Driyorejo. Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Anwar Medika untuk mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang dihimpun, peristiwa yang menggegerkan warga itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Awalnya, seorang saksi bernama Rozi melihat kerumunan warga di sekitar Jalan Raya Driyorejo. Penasaran dengan situasi yang terjadi, saksi kemudian mendekati lokasi.

Sesampainya di tempat kejadian, saksi mendapati seorang pria sudah tergeletak di tengah jalan dalam kondisi berlumuran darah. Di sekitar lokasi, terdengar teriakan "maling" yang ditujukan kepada korban.

“Ketika saksi datang, korban sudah tergeletak dengan kondisi berlumuran darah dan diteriaki maling,” ujar Kapolsek Driyorejo, Kompol Gatot Setyo Budi, Senin (06/07/2026).

Melihat situasi yang semakin memanas, saksi berupaya melerai dan sempat memegangi salah seorang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Namun pria itu berhasil melepaskan diri sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Driyorejo. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Anwar Medika untuk menjalani perawatan dan visum.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan indikasi bahwa korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan. Dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan saksi dan kondisi korban saat ditemukan di lokasi kejadian.

“Dugaan penganiayaan dilakukan oleh dua orang atau lebih. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas para terduga pelaku berikut motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut,” kata Kompol Gatot.

Polisi juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan penyelidikan sementara, insiden tersebut tidak mengarah pada aksi main hakim sendiri oleh warga, melainkan diduga dipicu adanya persoalan pribadi antara korban dan beberapa orang yang kini masih dalam penyelidikan.

Unit Reskrim Polsek Driyorejo masih terus memburu para terduga pelaku sekaligus mengumpulkan alat bukti tambahan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Kasus dugaan pengeroyokan yang membuat geger warga Driyorejo tersebut masih terus dikembangkan. Polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap korban.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow