Dukung Swasembada Gula, Pemkab Tulungagung Genjot Program Bongkar Ratoon Tebu

Pemkab Tulungagung mulai menjalankan program bongkar ratoon tebu untuk mendukung swasembada gula nasional dengan target peningkatan rendemen dan produktivitas lahan.

23 May 2026 - 20:08
Dukung Swasembada Gula, Pemkab Tulungagung Genjot Program Bongkar Ratoon Tebu
Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai tancap gas mendukung target swasembada gula nasional (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai tancap gas mendukung target swasembada gula nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah program bongkar ratoon (peremajaan bibit) tebu di areal persawahan Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tanam perdana ini diikuti oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, secara daring bersama Gubernur Jawa Timur. Selain jajaran Dinas Pertanian, hadir pula perwakilan Pabrik Gula (PG) Modjopanggung serta kelompok tani setempat.

Ahmad Baharudin mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh meningkatkan produktivitas tebu di wilayahnya. Ia merinci, dari usulan awal seluas 1.055 hektare, pemerintah pusat telah menyetujui program peremajaan untuk 200 hektare lahan.

"Tahun ini sudah mulai terlaksana sekitar 1,175 hektare di Desa Pinggirsari. Harapannya, luasan tanam ini terus bertambah hingga mencapai target 175 hektare ke depan," ujar Baharudin di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, program bongkar ratoon merupakan langkah krusial untuk mengganti bibit lama dengan varietas unggul yang lebih produktif. Melalui peremajaan ini, pemerintah menargetkan setiap satu hektare lahan mampu menghasilkan hingga 150 ton tebu dengan rendemen di kisaran 7 hingga 8 persen.

Guna mencapai target tersebut, Baharudin meminta para petani untuk disiplin mengikuti arahan teknis dari penyuluh pertanian lapangan (PPL). Pendampingan intensif dinilai penting agar budidaya tebu selaras dengan teknologi modern yang diterapkan pihak pabrik gula.

"Saya minta PPL terus mendampingi petani agar penerapan teknologinya sesuai dengan standar industri. Kami juga mendorong PG Modjopanggung agar menyerap hasil panen petani dengan harga maksimal demi meningkatkan kesejahteraan," tegasnya.

Dukungan tersebut disambut baik oleh Plh General Manager PG Modjopanggung, Qiqien Gunarko. Menurutnya, peremajaan bibit sangat mendesak dilakukan setelah pada musim giling 2025 lalu, kualitas tebu petani sempat terdampak cuaca ekstrem.

"Tahun lalu rendemen sempat turun di bawah 7 persen akibat curah hujan tinggi yang memicu biaya operasional membengkak. Dengan program bongkar ratoon ini, produktivitas dan kualitas tebu diharapkan jauh lebih baik," ungkap Qiqien.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan bagi Tulungagung dalam berkontribusi pada pemenuhan stok gula nasional dalam beberapa tahun ke depan.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow