Nekat Berjalan di Jalur Kereta, Seorang Pria Tewas Tertemper KA Brawijaya
Seorang pria tanpa identitas tewas tertabrak KA Brawijaya di Desa Buntaran, Tulungagung. Korban sempat diperingatkan petugas sebelum insiden maut terjadi.
Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang pria tanpa identitas tewas mengenaskan setelah tertemper Kereta Api (KA) Brawijaya di jalur rel KM 140, Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Selasa (7/7/2026) dini hari. Korban diduga tertabrak saat nekat berjalan di atas rel kereta api.
Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.56 WIB. Pihaknya menerima laporan kecelakaan tak lama setelah petugas perlintasan mendapati adanya korban di area tersebut.
"Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dipastikan korban tertemper KA Brawijaya relasi Gambir–Malang yang melintas," ujar AKP Kasianto, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula pada pukul 01.41 WIB. Petugas jaga perlintasan JPL 223 sempat melihat seorang pria berjalan di atas rel dari arah barat menuju timur. Petugas di lapangan telah berusaha memberikan peringatan agar korban segera menjauh dari jalur rel, namun imbauan tersebut tidak diindahkan.
"Petugas sudah berupaya memperingatkan korban, tetapi peringatan itu tidak dihiraukan hingga akhirnya terjadi kecelakaan," jelas Kasianto.
Tak lama setelah kejadian, Pusat Pengendalian Operasi (PUSDAL) menerima informasi terkait kecelakaan tersebut. Kepala Stasiun Rejotangan bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.
Di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan potongan pakaian berupa sobekan kaos berwarna hitam yang diduga dikenakan korban. Hingga saat ini, identitas pria tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim Inafis Polres Tulungagung.
"Jenazah sudah kami evakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk keperluan identifikasi lebih lanjut," tambahnya.
Menanggapi insiden ini, AKP Kasianto mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang jalur kereta api. Ia menegaskan bahwa jalur kereta api bukan merupakan area publik untuk beraktivitas, demi menghindari risiko kecelakaan fatal.(riz/dn)
What's Your Reaction?

