Job Fair Tematik Gresik 2026, Bupati Yani: Perkuat SDM Lokal, Perusahaan Wajib Laporkan Hasil Rekrutmen

"Job fair ini bukan gimmick. Seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, mulai pendaftaran, seleksi hingga peserta yang diterima bekerja. Semuanya tercatat dalam sistem sehingga bisa diukur dan dievaluasi," tegas Gus Yani, sapaan Bupati.

17 Jul 2026 - 23:43
Job Fair Tematik Gresik 2026, Bupati Yani: Perkuat SDM Lokal, Perusahaan Wajib Laporkan Hasil Rekrutmen
Bupati Gresik didampingi kadisnaker Gresik, bersama tokoh Nasional Dahlan Iskan saat melihat stand perusahaan melayani pencari kerja. Para pencari kerja antusias menyerbu stand-stand 35 perusahaan di kabupaten Gresik yang berpartisipasi dalam Job Fair Gresik 2026 di atrium Icon Mall Gresik (Fahrudin/afederasi.com)
Job Fair Tematik Gresik 2026, Bupati Yani: Perkuat SDM Lokal, Perusahaan Wajib Laporkan Hasil Rekrutmen

Gresik, (afederasi.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan penyelenggaraan Job Fair Tematik 2026 bukan sekadar agenda seremonial atau gimmick. Kegiatan yang digelar di Icon Mall Gresik, Jumat (17/07/2026), merupakan strategi Pemkab Gresik membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

"Job fair ini bukan gimmick. Seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, mulai pendaftaran, seleksi hingga peserta yang diterima bekerja. Semuanya tercatat dalam sistem sehingga bisa diukur dan dievaluasi," tegas Gus Yani, sapaan Bupati.

Gus Yani menilai tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui berbagai perangkat daerah agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Ia juga mengajak perusahaan aktif melaporkan kebutuhan tenaga kerja, termasuk rekrutmen daring, sehingga Disnaker dapat menjalankan fungsi sebagai penghubung antara dunia usaha dan pencari kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik Zainul Arifin menjelaskan Job Fair Tematik merupakan implementasi Perda dan Perbup tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Regulasi tersebut mendorong pemerintah daerah tidak hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdaya saing.

Pada Job Fair Tematik 2026, Disnaker memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah itu melengkapi mini job fair Januari-Juni 2026 yang menyediakan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang telah difasilitasi hingga Juli mencapai 3.677 lowongan.

Evaluasi Job Fair 2025 menunjukkan dari 2.968 kebutuhan tenaga kerja yang difasilitasi melalui Gresikerja, sebanyak 1.058 tenaga kerja berhasil ditempatkan di dalam negeri dan 391 pekerja migran Indonesia (PMI) ditempatkan di luar negeri. 

Namun masih terdapat 396 lowongan yang belum terisi, terutama untuk posisi yang membutuhkan kompetensi khusus seperti crew store, sales, pengemudi, dan tenaga keamanan bersertifikat.

Karena itu, seluruh perusahaan peserta Job Fair tahun ini diwajibkan melaporkan hasil rekrutmen maksimal tiga bulan setelah kegiatan. 

Menurut Zainul, evaluasi tersebut penting untuk mengukur efektivitas penempatan tenaga kerja sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Hingga Juli 2026, kebutuhan tenaga kerja di Gresik masih didominasi lulusan SMK/SLTA sebanyak 3.145 lowongan, disusul lulusan S1 sebanyak 377 lowongan, D3 sebanyak 111 lowongan, D1/D2 sebanyak 20 lowongan, lulusan SMP 14 lowongan, dan SD 20 lowongan. 

Sepanjang 2025, Disnaker juga telah melatih 756 calon tenaga kerja dan sekitar 85 persen di antaranya telah terserap ke dunia kerja.

Job Fair Tematik 2026 turut menghadirkan seminar "Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri" bersama Dahlan Iskan.

 Menurut Dahlan, program magang menjadi kunci utama dalam membangun keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan industri karena memberikan pengalaman kerja nyata. 

Dahlan mendorong Pemkab Gresik memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar Gresik menjadi daerah percontohan penguatan pendidikan vokasi berbasis industri.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yani juga melantik 12 Jaga Migran Rangers (JMR) yang mewakili enam kecamatan kantong PMI, yakni Panceng, Dukun, Ujungpangkah, Sidayu, Tambak, dan Sangkapura. 

Para fasilitator ini bertugas memberikan edukasi, mendampingi calon pekerja migran, mencegah penempatan nonprosedural, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan Pemkab Gresik. 

Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Salah satunya Ana, pencari kerja asal Kebomas, yang berharap Job Fair terus digelar dengan semakin banyak perusahaan agar peluang kerja bagi warga Gresik semakin terbuka.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow