Tanggul Penahan Ambrol, Bongkahan Batu Raksasa Tutup Akses Utama Trenggalek-Ponorogo

Bencana tanah longsor dilaporkan menutup seluruh badan jalan nasional di KM 16, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.

03 Mar 2026 - 14:12
Tanggul Penahan Ambrol, Bongkahan Batu Raksasa Tutup Akses Utama Trenggalek-Ponorogo
Kondisi tanah longsor di KM 16 jalan nasional Trenggalek-Ponorogo (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Akses utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo lumpuh total pada Selasa (3/3/2026) sore. Bencana tanah longsor dilaporkan menutup seluruh badan jalan nasional di KM 16, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.

Material longsor berupa tanah dan bongkahan batu berukuran besar meluncur dari tebing, menutup akses kendaraan dari kedua arah. Tak hanya menutup jalan, terjangan material tersebut juga menghancurkan tanggul penahan tanah setinggi 10 meter hingga mengalami kerusakan parah di titik kejadian.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, melalui Kasihumas AKP Katik mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Pihaknya langsung menerjunkan tim gabungan ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan pendataan awal.

"Anggota bersama stakeholder terkait sudah kita kerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan," ujar AKP Katik saat memberikan keterangan resmi.

Guna menghindari penumpukan kendaraan, kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan. Petugas memasang rambu peringatan di simpang tiga SPBU Nglongsor agar pengguna jalan tidak terjebak di titik longsor dan dapat segera mencari jalur alternatif.

Namun, upaya pembersihan material menghadapi kendala serius karena ukuran material yang sangat besar dan cuaca yang masih ekstrem. AKP Katik menegaskan bahwa keselamatan petugas di lapangan menjadi prioritas utama mengingat adanya risiko longsor susulan.

"Evakuasi membutuhkan alat berat karena material batu yang menutup jalan cukup besar. Sudah kami koordinasikan dengan instansi terkait agar segera ditangani dengan tetap melihat kondisi lapangan," jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, S. Triadi Atmono, menyatakan bahwa penutupan jalan dilakukan secara total hingga pembersihan usai. Pihaknya berupaya mempercepat evakuasi agar urat nadi transportasi tersebut bisa segera kembali normal.

"Kita segera berupaya mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsoran tersebut," kata Triadi.

Masyarakat yang berencana melintasi jalur Trenggalek-Ponorogo maupun sebaliknya diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan situasi. BPBD meminta pengendara tidak memaksakan melintas di jalur rawan saat hujan lebat masih mengguyur wilayah pegunungan tersebut.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow