Gandeng Baznas, PKK Lamongan Salurkan Bansos untuk 46 Lembaga Sosial Anak
Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan amanat konstitusi untuk menyantuni anak yatim dan telantar, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bersinergi dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Ramadan kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Lamongan.
Lamongan, (afederasi.com) – Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan amanat konstitusi untuk menyantuni anak yatim dan telantar, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bersinergi dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Ramadan kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Lamongan.
Penyerahan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Selasa (03/03/2026).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa agenda tahunan ini merupakan pengejawantahan dari Pasal 34 UUD 1945, di mana negara wajib hadir bagi anak-anak miskin dan telantar.
"Pemerintah daerah tentu tidak bisa sendirian dalam melaksanakan tugas-tugas seperti hari ini. Pemerintah hadir melalui LKSA, yayasan, dan panti asuhan yang menjadi mitra strategis kita. Anak-anak ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Pak Yes dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi rutin setiap tahun agar penyaluran bantuan di masa mendatang semakin tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih baik bagi kesejahteraan anak-anak di Lamongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata kader PKK terhadap kesejahteraan sosial di Lamongan.
"Kami berharap bantuan ini tidak hanya dilihat dari nilainya, tetapi sebagai wujud kasih sayang dan kehadiran kami di tengah anak-anak LKSA. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan operasional selama bulan suci Ramadan," tuturnya.
Ketua Forum LKSA Lamongan, Nadzir, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 46 LKSA yang telah mengantongi izin operasional dan tersebar di hampir seluruh kecamatan di Lamongan. Menariknya, data menunjukkan adanya penurunan jumlah anak asuh dibandingkan tahun sebelumnya.
"Anak yang diasuh tahun lalu sebanyak 2.706 anak, sedangkan tahun 2026 ini tercatat 2.517 anak. Penurunan ini menurut pengamatan kami merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan di Lamongan," ungkap Nadzir.
Ia juga merinci bahwa operasional seluruh LKSA tersebut didukung oleh 482 tenaga pengasuh, dengan rata-rata 10 hingga 15 pengasuh di setiap lembaga.
Sementara itu, Ketua Baznas Lamongan, Bambang Eko Muljono, menjelaskan bahwa sumber dana bantuan sosial ini berasal dari zakat dan infak yang dikelola oleh pihaknya. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lamongan yang menjadi donatur utama.
"Hampir 98 persen muzakki (pembayar zakat) dan munfiq berasal dari ASN di Lamongan. Bantuan yang disalurkan hari ini adalah amanah dari zakat dan infaq yang mereka titipkan melalui Baznas," terang Bambang.
Adapun paket bantuan yang disalurkan kepada masing-masing LKSA terdiri dari 50 kg beras, 1 dus minyak goreng, 2 dus mie instan, 10 kg gula, 2 dus biskuit, serta uang tunai sebesar Rp5.500.000.
Sinergi antara TP PKK, Baznas, dan Pemerintah Daerah ini diharapkan mampu meringankan beban operasional panti asuhan serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak asuh dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. (yan)
What's Your Reaction?



