Wabup Syah Buka TMMD ke-108 di Trenggalek, Strategi Jitu Pangkas Biaya Infrastruktur Desa

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohammad Natanegara resmi membuka TMMD ke-108 di Desa Sukorejo. Simak kolaborasi TNI-Pemkab dalam membangun infrastruktur desa terisolir.

25 Apr 2026 - 09:45
Wabup Syah Buka TMMD ke-108 di Trenggalek, Strategi Jitu Pangkas Biaya Infrastruktur Desa
Serah terima peralatan tandai TMMD di Trenggalek resmi di mulai (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Trenggalek secara resmi memulai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 yang dipusatkan di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Program lintas sektoral ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam membuka aksesibilitas wilayah yang selama ini terisolasi.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohammad Natanegara, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi TNI dalam mengakselerasi pembangunan di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran TMMD tidak hanya sekadar membangun fisik, tetapi juga menjadi solusi efisiensi anggaran daerah di tengah tantangan pembangunan infrastruktur.

"Pemerintah Kabupaten Trenggalek sangat berterima kasih kepada TNI. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam mewujudkan infrastruktur di daerah terisolir dengan biaya yang jauh lebih ringan namun hasil tetap maksimal," ujar Syah usai membuka acara secara resmi.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membangun konektivitas hingga ke tingkat hulu. Dengan terbukanya akses transportasi yang memadai, Syah optimis roda perekonomian masyarakat desa akan berputar lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

"Kami berharap program ini bisa rutin digelar. Nantinya usulan-usulan dari desa akan kami sampaikan kembali ke pihak TNI agar daerah yang masih terisolasi segera mendapatkan akses yang layak," lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, menjelaskan bahwa sasaran TMMD ke-108 kali ini mencakup berbagai aspek krusial. Selain pembangunan jalan, personel TNI juga fokus pada perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jambanisasi, hingga penyediaan sarana air bersih bagi warga.

"Tujuan utamanya adalah mempercepat akselerasi pembangunan desa. Ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat," jelas Letkol Inf Isnanto.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa semangat gotong royong dalam TMMD merupakan manifestasi dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain pembangunan fisik, sinergi ini juga bertujuan memperkuat sistem pertahanan rakyat semesta dalam menjaga kedaulatan negara.

"Personel yang kami terjunkan terdiri dari berbagai matra, mulai dari Kodim, Batalyon, hingga Lanal. Total ada lebih dari satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang bersinergi dengan masyarakat di lapangan," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow