Ungkap Curanmor, Kades Tumapel Diganjar Apresiasi Kapolres Gresik
Gresik, (afederasi.com) – Di usianya yang baru 30 tahun, Ziadatul Akmal membuktikan bahwa kepemimpinan desa tak sekadar urusan administrasi. Kepala Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, yang dikenal sebagai kades termuda di Kabupaten Gresik itu, sukses mencatatkan prestasi di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Aida sapaan akrabnya melangkah maju menerima penghargaan dari Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, Selasa pagi (24/2/2026), di halaman Polres Gresik, Ia menjadi satu dari dua warga yang diapresiasi atas kontribusinya dalam membantu pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua di wilayah Duduksampeyan.
Keberhasilan itu bukan kebetulan. Sejak awal menjabat, Aida memiliki visi menjadikan Tumapel sebagai desa yang aman dan modern. Salah satu terobosannya adalah pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis desa.
Saat komplotan curanmor beraksi, rekaman CCTV Desa Tumapel menjadi petunjuk krusial bagi penyidik. Dari detail visual yang terekam, identitas hingga arah pelarian pelaku berhasil dipetakan dengan cepat.
“Kami ingin warga merasa aman. CCTV ini bukan sekadar alat, tapi bentuk pencegahan dan perlindungan bagi masyarakat,” ujar Aida usai menerima penghargaan.
Kapolres Ramadhan Nasution pun memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut.
“Saya selaku Kapolres Gresik mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada personel dan warga masyarakat yang telah berprestasi. Kami berharap capaian ini menjadi contoh dan keteladanan,” tegasnya.
AKBP Ramadhan menambahkan, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi yang melampaui tugas pokok, sekaligus wujud nyata sinergi antara pemerintah desa dan kepolisian.
Penghargaan dari Polres Gresik hanyalah satu dari sederet capaian di bawah kepemimpinan Aida. Sebagai kades milenial, ia menggagas konsep Tumapel Smart Village dengan mendorong digitalisasi pelayanan administrasi desa agar lebih cepat dan transparan.
Tak hanya itu, ia juga aktif memberdayakan UMKM lokal dengan membuka akses pemasaran melalui marketplace dan pameran, serta mendorong pembangunan infrastruktur desa berbasis lingkungan.
Program inklusi kepemudaan pun digencarkan dengan melibatkan Karang Taruna sebagai motor kegiatan desa. Pemuda didorong menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar penonton.
Berkat kepemimpinannya, Desa Tumapel juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Desa Bersinar dalam ajang BNN Award Jawa Timur, Desa Gender dari PC Fatayat NU Gresik, hingga NawaKarsa Award.
Penghargaan Jadi Penyemangat.
bagi Aida, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas support selama ini sehingga saya sebagai Kepala Desa mendapat apresiasi dari Bapak Kapolres Gresik. Ini menjadi penyemangat kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Di balik gaya kepemimpinannya yang bersahaja, Ziadatul menunjukkan bahwa kolaborasi, teknologi, dan keberanian mengambil inisiatif mampu menghadirkan rasa aman sekaligus membawa desa melangkah ke arah yang lebih modern dan sejahtera.(frd)
What's Your Reaction?



